| Red-Joss.com | Mentertawakan orang lain itu sombong dan melukai hati. Tapi mentertawakan diri sendiri adalah sarana refleksi agar kita jadi bijaksana dan bahagia.
Sesungguhnya hidup bahagia itu pilihan yang diciptakan oleh pikiran sendiri.
Sederhana, tapi tidak mudah untuk mewujudkannya. Karena didasari sikap kerendahan hati.
Selalu mentertawakan diri sendiri agar tidak mudah menyalahkan orang, hal itu yang saya lakukan untuk perbaiki diri. Karena hidup ini harus selalu diperbarui agar jadi baik, dan makin baik lagi.
Ketika direndahkan, dilecehkan, dihina, atau bahkan difitnah sekali pun – saya tidak mudah reaktif, tapi bersikap tenang untuk merespon tanpa emosi.
Bagi saya, menanggapi omongan, komentar, atau nyinyiran orang itu hanya membuang waktu dan tidak ada gunanya. Tidak berarti saya tak peduli dan bersikap masa bodoh. Tapi semua itu saya cerna untuk refleksi diri. Karena sesungguhnya, derita dan bahagia itu datangnya dari pikiran yang diciptakan sendiri.
Tentu kita ingat dengan kata-kata bijak, bahwa kapal tidak tenggelam, karena air di sekelilingnya. Tapi karena air itu yang masuk ke dalam kapal itu.
Begitu pula saat kita izinkan kata-kata negatif, hal-hal buruk, atau hoax yang bertebaran di sosmed itu memenuhi pikiran ini. Hidup kita pun jadi tidak tenang, gelisah, khawatir, iri, benci, dendam, dan seterusnya yang membuat jiwa ini tanpa damai, tapi tersiksa dan menderita.
Sebaliknya, jika ingin bahagia, kita harus berdamai dengan diri sendiri untuk memaafkan, mengasihi, dan mendoakan mereka yang bersalah. Karena mereka tidak tahu yang diperbuat.
Dengan selalu mengasihi sesama berarti mengasihi diri sendiri. Hidup damai dan bahagia.
…
Mas Redjo

