Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini” (Mat 17: 4a).
Petrus, Yakobus, dan Yohanes mungkin bertanya-tanya, mengapa Yesus memanggil dan membawa mereka ke atas gunung itu. Apakah Dia memiliki pengajaran penting untuk diberikan kepada mereka? Misi yang menarik? Berkat khusus? Yesus memberikan lebih dari yang mereka harapkan. Saat itu, Yesus memberikan kepada ketiga saksi mata ini Identitas Diri-Nya sebagai Anak Allah (Lih. Mat 17: 5). Dia memberikan kepada mereka pengalaman akan kemuliaan-Nya yang luar biasa.
Petrus baru mulai menyadari, bahwa Yesus bukanlah guru biasa. Hatinya terbuka, Yesus adalah Tuhan. Katanya, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini” (Mat 17: 4). Inilah tujuan hidup kita, yaitu berada bersama Tuhan.
Baiklah kita selalu berada bersama Tuhan! Itulah tujuan kita diciptakan. Baik kita menyadarinya maupun tidak, hati kita merindukan Tuhan. Namun, Tuhan lebih dahulu merindukan kita mengenal Dia dan hidup untuk Dia. Itulah sebabnya Tuhan Yesus jadi manusia dan tinggal di antara kita. Dia hadir dalam hati kita dan juga sepenuhnya hadir dalam Ekaristi. Bersama Yesus, kita Bahagia.
Rm. Klimakus, CSE
Minggu, 01 Maret 2026
Hari Minggu Prapaskah II
Kej 12: 1-4 Mzm 33: 4-5.18-20.22 2 Tim 1: 8-10; Mat 17: 1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

