“Every day is a new blessing and a new day.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu memang tidak mudah, dan jangan membuatnya makin susah dengan berkeluh kesah. Kita tidak bisa mengendalikan semua hal dalam hidup, tapi kita bisa mengendalikan hati, pikiran, dan sikap kita.
Ingatlah tiga hal sederhana ini, hidup akan diliputi bahagia: Pertama: tersenyum. Tersenyum itu mudah dan murah. Meski begitu amat susah, ketika hati sedang sedih, kecewa, dan tersakiti. Tersenyumlah walau hati sedang luka, karena sedih dan kecewa. Tersenyumlah walau dunia cuek dan tak peduli. Tersenyumlah walau yang di tangan rezeki tak seberapa. Tersenyumlah walau cobaan berat sedang hadir dan menimpa. Karena senyuman memungkinkan hidup bebas dari beban. Tersenyum itu akan mengubah tangis menjadi mujizat kebahagiaan.
Kedua: bersyukur walau penghasilan tidak seberapa, gaji cukup untuk membayar cicilan. Bersyukur walau hasil kebun dan pertanian kena hama. Kita masih bisa tidur di ranjang sederhana, daripada di ranjang bagus rumah sakit. Kita masih bisa di rumah bersama keluarga, daripada sendirian di rumah sakit karena corona. Kita masih bernafas lega, daripada harus dibantu tabung oksigen. Bersyukur walau terkena PHK, tapi badan diberi sehat.
Bersyukur, dan bersyukurlah senantiasa. Meski tidak mudah, tapi bila rasa syukur itu ada akan mempermudah tangan Tuhan untuk bekerja. Yakinlah selalu ada rejeki, berkat dan mujizat Tuhan, bila selalu ada rasa bersyukur.
Ketiga: berjuang dan berdoalah. Ingat Tuhan memilih orang yang mau bukan yang mampu. Mau untuk berusaha. Tekun untuk mencoba dan bekerja. Setia dan fokus untuk berkarya. Karena setiap keringat yang jatuh itu tidak pernah jatuh sia-sia.
Teruslah berdoa dan andalkan Tuhan dalam setiap kerja dan usaha, maka pintu rezeki akan terbuka. Tuhan yang mengatur rezeki manusia. Pasrah pada penyelenggaraan Tuhan niscaya hidup tak akan pernah kekurangan, justru segala sesuatu akan ditambahkan, bahkan berkelimpahan. Itulah ciri orang beriman.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

