“Apa yang Aku katakan kepadamu dalam kegelapan, katakanlah itu dalam terang; apa yang kamu dengar dari bisik-bisik, beritakanlah itu dari atas atap rumah” (Matius 10: 27).
Di pagi hari, setiap pribadi, jika itu terjangkau, harus mendapatkan siraman rohani. Kita harus bisa saling menguatkan satu sama lain. Jika ada pengalaman indah yang didapatkan bersama Tuhan, bagikanlah. Pengalaman-pengalam rohani ini didapatkan secara unik. Cara Tuhan menyapa kita juga istimewa.
Tuhan menyapa kita dalam ‘gelap’. Ketika kita berada dalam gelap: gagal, jatuh, sakit, kalah, dan tidak berdaya itu Tuhan menyapa kita. Dia meyakinkan kita, “Aku ada di sini. Sekarang, katakanlah kepada yang lain.” Juga, Tuhan menyapa kita dalam kegelisahan. Ketika kita berada dalam kebingungan, cemas, ragu, dan takut. Tuhan berbisik di telinga dan menguatkan kita. “Aku ada di dekatmu. Sekarang, katakanlah kepada yang lain.”
Amat meneguhkan dan indah pengalaman-pengalaman rohani kita untuk dibagikan pada yang lain.
Pengalaman rohani kita memberikan penegasan, bahwa dalam situasi dan kondisi apa pun kita tetap bersama Tuhan. Jika tidak, inilah yang terjadi: “Barang siapa mengakui Aku di hadapan manusia, Aku akan mengakuinya di hadapan Bapa-Ku. Tapi barang siapa menyangkal Aku di hadapan manusia, Aku akan menyangkalnya di hadapan Bapa-Ku di Surga” (Matius 10: 32-33).
Kesaksian dan pengalaman rohani kita ditunggu oleh yang lain. Jadilah pendengar dan pelaku Firman, supaya Allah yang penuh kasih makin dikenal dan diikuti oleh yang lain, khususnya bagi mereka yang belum mengerti, tidak mengerti, dan yang menolak-Nya. Kita yakin, bahwa yang baik dan positif, jika diberikan, diteruskan pada yang lain itu juga akan diterima mereka yang baik dan rendah hati.
Mari kita bagikan pengalaman rohani itu kepada sesama. Karena kita saluran berkat Tuhan!
Rm. Petrus Santoso SCJ

