Calon Mantu โ 18 | Oleh Mas Redjo
Saya lalu mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain. Kendatipun Bagas banyak cerita soal Dini. Lebih baik Bagas yang bercerita sendiri pada Ibunya.
Sesungguhnya, hal yang sangat saya sayangkan dari hubungan Bagas dan Dini adalah orangtua Dini yang berubah sikap.
Bagas batal meneruskan kuliah profesi, karena menggantikan Ibunya yang tempo hari opname Sedang Dini? Ia bakal jadi dokter spesialis.
Sebenarnya yang berhubungan itu anak atau orangtua? Kenapa orangtua sering memasuki ranah anak dan mengaturnya? Benarkah hal itu demi kebaikan dan kebahagiaan anak?
Ada pula alasan konyol orangtua Dini yang lain, adalah mereka menuruti saran famili yang mampu ‘menerawang’ masa depan orang dengan kemampuan spiritual. Dini tidak cocok dengan Bagas, sehingga hubungan itu tidak boleh diteruskan!
Ternyata di era modern ini masih banyak hal seperti itu. Padahal, jika seorang diberi kemampuan ‘lebih’, itu sekadar perkiraan dengan perhitungan. Orang yang berani menyiratkan masa depan dengan pasti itu sombong, karena mentuhankan diri sendiri. Padahal, sesungguhnya yang mampu memberi kepastian itu adalah Allah Yang Mahapasti.
Selanjutnya baca di Calon Mantu -18 | Bagas Harus Berani Menentukan Sikap

