Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia itu makhluk sosial sejati, maka dia pun memiliki senjata jitu untuk menghadapi gesekan antar sesama.”
(Pesan Moral Semesta)
…
| Red-Joss.com | Tak pelak, sang manusia itu, selain sebagai makhluk personal, dia pun sekaligus sebagai makhluk sosial sejati.
Ada banyak pandangan filsuf dunia mengenai sang manusia sebagai makhluk sosial. Salah satunya adalah filsuf John Donne (1624), yang mengucapkan kalimat emas mondial ini, “No Man is an Island!” (Manusia bukanlah sebagai sebuah pulau).
Makna sentral yang terkandung dari adagium klasik mondial ini hendak mendeskripsikan, bahwa sejatinya manusia itu makhluk yang bernaluri untuk selalu mau menggerombol. Seperti juga yang dimaksudkan oleh filsuf Aristoteles, manusia itu sebagai, โzoon politiconโ.
Sebagai makhluk sosial, manusia itu harus selalu siap, untuk menerima gesekan hidup antar sesama, dan bahkan dia pun harus siap pula untuk dikritik.
โBagaimana Menghindari Kritik,โ judul tulisan ini miliki kesan, bahwa ada tendensi yang mau dipantulkan tentang upaya strategi jitu untuk menyikapi kritikan itu.
Apa dan bagaimana caranya, agar kita terhindar dari lontaran kritikan sesama?
Orang bijaksana berpendapat, bahwa hanya ada satu cara jitu, untuk menghindari kritikan, yaitu:
- Jangan melakukan apa-apa!
- Jangan mengatakan apa-apa!
- Jangan mau jadi apa-apa!
- Jangan pula mau jadi siapa-siapa!
Lho?! Jadi, Anda dan saya itu idealnya tidak perlu bersikap apa-apa alias diam saja?
Sejatinya, ada pesan moral yang hendak diwartakan dalam konteks ini, bahwa kita sebaiknya jangan terlalu menghiraukan kicauan dari orang lain. Laksanakan apa saja, yang menurut pikiran kita, hal itu baik dan benar!
…
Kediri,ย 4ย Januariย 2024

