“It’s just bad day, not bad life.” -Rio, Scj.
Ada hari terasa begitu berat, dan waktu pun berputar lambat. Kita bilang, kok hari ini sial banget, kenapa hari ini buruk sekali. Masalah satu belum selesai, muncul masalah lain. Cobaan datang, gagal, rugi seolah senang mendatangi. Pekerjaan tidak kunjung selesai. Kita pun jadi teringat sebuah lirik lagu milik Sigrid, “It’s just bad day, not bad life” dari lagunya yang berjudul Bad Day.
Hari yang buruk itu tidak berarti hidup yang buruk. Ingat kesusahan sehari itu cukup sehari, besok sudah ada tantangannya sendiri. Memang tidak semua hari baik, tapi selalu ada hal baik setiap harinya.
Kalau saat ini beban terasa berat, istirahat. Kita butuh ‘me time’. Beri apresiasi pada diri, periksa mana yang perlu ditata. Beri ruang untuk refresing melihat peluang dan memaknai semua peristiwa. Raga, pikiran, dan hati butuh rekreasi. Tidak harus ke luar negeri, tapi cukup ngeteh, ngopi atau menyendiri. “It’s just bad day, not bad life.”
Ide kreatif itu tidak muncul dalam keramaian. Kejernihan hati dan budi pikiran tidak akan lahir dari kesibukan, tapi lahir dari keheningan, kesendirian diri bersama Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

