Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Saya coba mencatat dan merefleksikan begitu berperannya keluarga bagi kelangsungan hidup pribadiku. Selain hakikat sejati manusia, namun peran pragmatis untuk tumbuh kembang pribadi memang bersumber dari keluarga. Lalu, saya catat dalam sajak:
Ternyata Tak Pernah Hilang
Ketika duduk di teras rumah
masih terlihat jejak langkah Ayah
pada tanaman di halaman
pada kursi dan meja kayu
Dan
saat angin sepoi berhembus
terasa aroma nafas Ayah
menyebar dari dalam rumah
berjalan keliling pekarangan
Ada pusara sudah belasan tahun
Ayah bersemayam di samping rumah
Saat di meja makan
jemari Ibu sibuk melayani
langkah Ibu hilir mudik
dari dapur ke meja makan
Belaian tangan di ubun-ubun
terasa sepanjang malam
Dan
suara khas selalu menyapa
setiap anak dan cucu
Ibu selalu tekun berdoa
Ibu sering lupa makan
Ibu sering sembunyikan lelah
Ibu jarang mengeluh sakit
Sudah lebih sepuluh tahun
ada makam Ibu di samping ayah
Ternyata tak pernah hilang
Meskipun raga telah tiada
semua kasih sayang orangtua
Mengalir dalam desir darah
Menyatu dalam desah nafas
Terekam dalam jiwa raga
setiap anak dan cucu
Karena
dipatri energi pengalaman cinta
terlukis daya kasih sayang
Jiwa raga terikat daya kodrati
rencana misteri Sang Ilahi
…
Foto ilustrasi: Istimewa

