Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Setiap hari terjadi keajaiban alam semesta untuk kelangsungan hidup manusia. Matahari yang bersinar, bumi dengan segala dukungannya serta banyak lagi. Apakah disadari atau tidak, apakah kita peduli atau tidak, semuanya diselenggarakan Sang Pencipta bagi kita manusia.
Setiap pribadi berhak peduli atau tidak, kagum atau tidak, tehadap fenomena keajaiban alam semesta, bukti keagungan Sang Pencipta.
Mengagumi keindahan dan kejaiaban alam semesta itu, saya catat dalam sajak:
Memotret Keindahan Alam Semesta
Dua bola mata membidik
harapan yang ingin diraih
kebutuhan yang mau didapatkan
Cita-cita yang sedang dikejar
Entah yang dekat atau jauh
Entah di depan atau di samping
karena ada jutaan bola mata
yang juga sedang berpacu
berkelahi dengan ruang waktu
ingin menikam yang dituju
“Dua bola mata manusia
bisa melihat dan bisa buta”
Menoleh ke belakang
biasanya ada yang dicemaskan
sering ada yang ditakuti
atau ada yang membuntuti
dengan aneka alasan pribadi
Sedangkan melihat ke bawah
seringkali diabaikan dilupakan
maka banyak yang terantuk
bahkan celaka dan mati
“Tidak mudah menunduk peduli
Sulit untuk rendah hati”
Ternyata bola mata melihat
kedua kaki berjalan dan berlari
kedua tangan bergerak berkarya
mulut bicara dan berkata
seluruh raga bisa berfungsi
Ada peran utama pikiran
mengendalikan diri pribadi
Ada dorongan gelora rasa
Ada gerakan hati sanubari
“Hanya nalar hening waras
dapat melihat keindahan semesta”
Jemari semesta terus menari
Tangan jagat raya selalu melukis
Suara alam terus berkumandang
Tebarkan sejuta kilau pesona
bagi setiap diri yang peduli
Untuk mendengar senandung alam
Untuk saksikan indah gemulai semesta
Untuk kagumi lukisan
alam raya
dengan kepekaan lima mata
Mata raga dan mata rasa
Mata nalar dan mata nurani
Mata jiwa sanubari
“Hanya lima mata harmoni
dapat memotret keindahan semesta”
Memotret keindahan alam semesta
Adalah senyum syukur sanubari jiwa
Adalah kagum sujud hati nurani
Adalah kesadaran hakiki nalar pikiran
Adalah ekspresi terima kasih rasa
Adalah pesona kodrati raga
Saat pribadi memeluk hakikatnya
Saat diri mengerti makna sejati
Siapakah diri ini
Dari mana dan menuju ke mana
Mengapa ada di bumi ini
sebagaiย makhlukย manusia
…
Foto ilustrasi: Istimewa

