Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Ada banyak tempat dijadikan obyek wisata dengan aneka alasan dan kriteria. Ada obyek wisata religi, wisata alam, kuliner, wisata bahari, dan lainnya. Hemat saya, semua obyek wisata itu ada korelasi kental antara alam dan budaya.
Misalnya Danau Toba, Komodo Labuan Bajo, Taman Laut Bunaken, Pulau Bali, dan lainnya. Melihat kontkes obyek wisata alam dan relasinya dengan komunitas adat budaya, saya mencatat pengalaman saya tentang pesona Danau Kelimutu, dalam sajak:
Panorama dari Puncak Kelimutu
Gemuruh tabuhan gong gendang
mengalun dari kampung adat
Generasi pewaris Bumi Lio
berbaris kibarkan selendang bangga
melingkar hentakkan giring-giring
Mengajak kabut awan menari
meminta para arwah bernyanyi
Syukuri misteri Sang Ilahi
yang bersemayam di puncak ini
Danau tri warna Kelimutu
Kelimutu Tiwu Telu
Ribuan anak generasi pewaris
terlahir dari rahim mistis
Kelimutu Tiwu Telu
Danau tempat orangtua
Danau untuk orang muda
Danau untuk orang jahat
Karena diwariskan kepercayaan leluhur
bahwa semua arwah berkumpul
kembali ke Danau Kelimutu
setelah selesai hidup di bumi
dan
di sinilah Pencipta bersemayam
menentukan nasib jiwa-jiwa
sesuai amal hidupnya di dunia
Jutaan orang pergi datang
saksikan keajaiban Danau Kelimutu
seluruh dunia hanya satu
dengan pesona yang bersemi
Pusat bumi naga warna-warni
Barisan pucuk pinus menjulang
memikat kaki awan menari
menaham senyum wajah mentari
Pelataran bintang-bintang berhenti
menuliskan ayat-ayat misteri
kisah cinta hakiki sejati
Antara angkasa dan bumi
Antara Ilahi dan insani
Antara surgawi dan ragawi
Istana angin datang bersamadhi
lantunkan mantra kasih abadi
bagi segenap generasi insani
Tarian kabut di puncak Kelimutu
iringi pertemuan di serambi naga
Labuan Bajo ekor Nusa Nipa
Para pemimpin bangsa berjumpa
bicarakan kepentingan dunia
di tengah arus zaman bergelora
Tentang cinta dan damai harmoni
Tentang hidup saling melengkapi
Tentang fakta saling membutuhkan
Tentang ancaman dan problema alam
Tentang kejahatan dan peperangan
Tentang virus dan wabah penyakit
Tentang kemiskinan dan pangan
Dan
relasi yang saling menguntungkan
Tarian kabut di puncak Kelimutu
doa semesta jiwa-jiwa
bagi segenap anak manusia
Mantra syair angin musik pepohonan
alunkan lagu sabda alam raya
Warna-warni wajah danau
tampilan hati sanubari insani
yang galau dicengkram selera
yang buta dimabukan egoisme
yang brutal dikendalikan hasrat
Dan
Kelimutu Tiwu Telu
Danau Tri Warna Kelimutu
lestari menjaga misteri Ilahi
abadi menanti setiap pribadi
…
Foto ilustrasi: Istimewa

