Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Tanda utama diri kita hidup adalah bernafas. Mati adalah berhentinya aktivitas pernafasan dalam diri, karena ajal memisahkan jiwa dari raga. Namun, karena berbagai alasan, maka udara dan alat pernafasan jarang dihiraukan serta disyukuri.
Semua aktivitas mengandalkan diri kita hidup dan sehat. Termasuk, ketika dirayakan peringatan ulang tahun setiap pribadi. Padahal, selama hidup, nafas mencatat waktu dalam ruang. Untuk mensyukuri nafas dan kehidupan, saya tuangkan dalam sajak:
Nafas Mencatat Waktu
Merayakan Ulang Tahun Lahir
Simply da Flores
Harmony Institute
Berlari menyusuri hari-hari
Berkelana dalam bentangan ruang
Mengembara di hamparan waktu
Dengan kata-kata
Dengan tanya dan jawaban
Dengan pesona dan misteri
Siapakah aku ini?
Mengapa terlahir ke dunia?
Terbangkan pesawat di langit sanubari
lintas jagat nalar
Singgahi aneka landasan hati
Berjalan, terbang, berlari
menyusuri hari-hari
terus terjadi dan mencari
Apa dan bagaimana
menemukan makna arti pribadi
meraih jawaban dari misteri
Hidupku nyata kualami
Sudah menghitung wajah awan
terus menjaring cahaya mentari
Berapa bintang kubawa kembali
hiasi taman harapan
juga sebongkah senyum purnama
kuletakkan di atas meja
aku mau bermakna berguna
Bola-bola kerinduan
diperebutkan di lapangan
perjuangan
gol menjadi damba cita
mimpi indah terus menggoda
Namunโฆ
angin tak dapat kuatur
meniup gelombang
hempaskan ombak
pada pasir pantai rindu
Samudera itu ibu misteri
kenyataan tidak sesuai harapan
Ada suka duka bergantian
Hari-hari kuwarnai
kuukir telapak ziarah
kutulis cerita suka duka
Kulihat keindahan merangkul nafas
lahirkan umur bagiku
dalam syukur tak bertepi
ajari mampu berterimakasih
“Terimakasih semuanya
Aku masih bernafas
Udara tidak kubayar
Tanah masih bisa kupijakโฆ
Syukurโฆ
Hari ini aku alami HUTโฆ
Nafas masih mencatat waktu bagiku”

