Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sekarang ini ramai di medsos, soal agama dan iman, serta nama Allah justru menjadi bahan perdebatan serta fitnah. Ada yang mewartakan untuk tujuan positif, ada yang malahan menghina dan menghujat agama kepercayaan lain, karena memutlakkan kebenaran agamanya sendiri. Bahkan Allah dianggap tak berdaya, sehingga harus dibela. Caranya justru dengan menghujat ajararan agama lain, lalu mengkafirkan iman orang lain, serta merasa berhak membunuh orang lain yang tidak seagama.
Atas fakta dan fenomena zaman ini, saya membuat refleksi dan mencatatnya dalam sajak:
Ketika Tanpa Agama dan Tanpa Allah
Aku terlahir di sini
Kau dan dia terlahir di sana
Mereka terlahir di mana-mana
Dengan orangtua berbeda-beda
dalam adat budaya lain
Tetapi kita semua sama
Anak-anak keturunan manusia
Kita sesama saudara
“Tidak meminta untuk dilahirkan
Tidak mengusul jadi manusia
dengan segala konteks dan keunikan”
Aku mempunyai bahasa ibu-ku
Engkau, dia dan mereka juga
Maka
ada ratusan ribuan bahasa lokal
termasuk kata tentang Allah
juga sistem ritual kepercayaan
dari pengalaman spiritual manusia
dan sebutan tentang Sang Hyang
Aku bertanyaโฆ.
Jika ada 1000 bahasa
Jika ada 1000 adat budaya
Apakah ada seribu Tuhan
Apakah ada 1000 ritual kepercayaan
Apakah ada 1000 Allah?
“Manakah kata nama Allah
yang paling benar dan luhur
Mana kepercayaan dan agama
yang paling benar dan suci”
Jawablahโฆ!
kalian para pemilik kebenaran
kalian para pembela agama
kalian para penolong Allah
kalian yang saleh dan suci
kalian para pemilik surga
Di zaman milenial ini
Semakin marak di media sosial
Alkitab diperdebatkan dan digugat
Tokoh agama saling menghujat
Pimpinan umat saling mengkafirkan
Pewarta agama saling fitnah
Iman orang lain diolok-olok
Tuhan agama lain dicaci-maki
Tempat ibadah dihancurkan
Sarana devosi umat dihanguskan
Perang dan pembantaian dilakukan
atas nama Allah dan agama
Dan
para pelaku berbangga takjub
“Sungguh suci dan hebat
menjadi pembela Alllah dan agama
Bahkan harus bunuh diri”
Jika untuk bahagia abadi
dan jika untuk masuk surga
jika bisa saleh dan suci
Hanya satu agama benar
Hanya ada satu nama Allah
Dan
Aku harus berbuat jahat
Aku harus memusuhi sesama
Harus membenci dan membunuh
atas nama Allah dan agama
Maka
saya tidak mau beragama
saya tidak mau punya Allah
saya tidak mau injakkan kaki di surga itu
Aku yakin dan percaya
Ketika tidak ada agama
dengan segala bentuk kekerasan
dengan semua ajaran keharusan
dengan satu kebenaran mutlak
Serta
jika tidak ada Allah
Allah yang tak berdaya
dan harus dibela umat-Nya
dengan mengkafirkan yang lain
dengan merusak rumah ibadah
dengan membunuh sesama
Maka
kehidupan akan berjalan alamiah
Jika tidak ada agama
yang mengajarkan kejahatan
yang membenarkan pembunuhan
Jika tidak ada Allah
Allah yang tak berdaya
sehingga harus dibela manusia
sehingga diperintah kebiadaban
Maka
manusia akan bebas merdeka
Saling membutuhkan antar insan
Saling melengkapi antar manusia
Saling solider antar sesama
dalam lagu kasih sayang asali
dengan cinta sahaja hakiki
kodrat pribadi insani rohani
Jika ada agama hati nurani
Jika ada akhlak mulia berbudi
Jika ada Allah Maha Kasih
Jika ada Allah Maha Kuasa
Maka
Ada damai pasti bersenandung
Ada harmoni pasti menari
Bahagia bersemi lestari
Surga terjadi di atas bumi
Allah Sang Maha Cinta
pasti hadir berkuasa abadi
pasti adaย diย antaraย kita
…
Foto ilustrasi: Istimewa

