Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Teori kesehatan penting untuk merawat kesehatan fisik. Pengetahuan dan kebijaksanaan untuk pikiran dan hati nurani. Doa dan ritual untuk keperluan rohani. Namun, misteri kehadiran setiap pribadi, lahir, hidup, dan mati, sungguh tak terselami. Umur panjang didambakan dan diperjuangkan semua orang. Namun, fakta usia panjang dan ajal itu, sejatinya sebuah berkat. Maka, ketika mengikuti pemakaman paman yang usia 95 tahun, saya catat dalam sajak:
Terpana Tarian Air Mata
Ada ungkapan tertulis
“Batas umur manusia itu 70
Jika kuat bisa mencapai 80″
Lalu,
ada fakta umur diberikan
melewati 80, 90, dan 100
“Tua hingga bungkuk merangkak
Sepuh sampai ditopang tongkat”
Karena
memang hidup itu misteri
“Lahir datang ke dunia
tidak memilih dan meminta
Mati pulang ke asal hidup
tidak bisa dibatalkan ditolak”
Ada susah, lara derita duka
Ada senang, tawa sukacita
Terjadi silih berganti dialami
setiap pribadi tanpa kecuali
Karena itulah kodrat insani
Penuh makna dan arti
sekaligus ajaib dan misteri
Tidak semua bisa dimengerti
Tidak semua mampu diselami
dalam sejarah peradaban insani
Hari ini
Aku terpana tarian air mata
Iringi sebuah akhir ziarah
diberkahi umur 95 tahun
Memburu warna-warni pelangi
Menanam amal karya bakti
Mengayam jawaban padang misteri
Bertarung jinakkan topan badai
Meramu sedapnya onak duri
Merangkul buana dan angkasa
jadi ruang cinta keluarga
jadi sungai kasih sesama
Jenazah diratapi fakta kehilangan
Jiwa dilepas dengan doa
Sejarah pribadi terpatri sanubari
karena ikatan kasih sayang
karena kesatuan fakta misteri
yang mati dan yang hidup
Tak terpisahkan oleh maut
Tak sirna oleh perubahan kodrat
dalam pelukan Sang Ilahi
“Raga berasal dari tanah
hidup di atas bumi tanah
kembali menjadi debu tanah”
Sedangkan
“Jiwa yang rohani abadi
berkelana membuat sejarah insani
Lalu kembali kepada asali
berubah dan terus menjadi
dalam kreasi inkarnasi Ilahi”
Misteri umur ini dirayakan
dalam aneka rupa cara
agar bisa mengukir makna
agar bisa menggores warna
Dan
parade tarian air mata
ikuti irama tabuh gong gendang
iringi sebuah sejarah umur
Leburnya tanya dan jawaban
sukacita dan dukacita berpelukan
Perjumpaan dan perpisahan bersatu
Jasad menjadi tanah debu
Jiwa pulang dan menyatu
Aku terpana tarian air mata
Jenazah diarak dalam perayaan
Tanaman cengkeh pala hening
Sayap fajar gerakkan selendang
angin sepoi sentakkan gemerincing
Perempuan lelaki lambaikan dedaunan
Tangga cahaya sibak angkasa
bagi gerak langkah jiwa
Tangan bumi tanah tebuka
sambut kembalinya jasad raga
Semua larut dalam pesta cinta
Semua dilebur parayaan kasih
Dengan irama misteri Ilahi
Sebuah Tarian Air mata
penuhย tanyaย danย makna
…
Foto ilustrasi: Istimewa

