Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sejarah mencatat, bahwa tahta kekuasaan, harta kekayaan serta gengsi kehormatan adalah hal yang sangat menggoda manusia. Sungguh menarik, diperjuangkan, diperebutkan, bahkan segala cara dihalalkan, termasuk membantai dan menghilangkan nyawa sesama. Namun, semuanya belum tentu memberikan kepuasaan, apalagi damai dan kebahagiaan. Ternyata, ukuran selera manusia berbeda dengan nilai hakiki dan tujuan sejati insani, dalam rencana Sang Pencipta.
Lalu, saya coba refleksikan sosok Yesus dari Nazareth itu untuk menemukan makna tahta, harta dan gengsi. Saya catat dalam sajak:
Sang Raja tanpa Tahta dan Senjata
Pekik sorak Hossanaโฆ
menerima Yesus dari Nazareth
Daun palem harapan dilambaikan
Pakaian harkat rela dibentangkan
untuk tapak keledai
Sang Idola
Masyarakat sederhana berdesakan
Menyambut Yesus masuk Yerusalem
ungkapkan rindu damba pribadi
akan rezeki untuk lapar jiwa
akan berkah untuk dahaga raga
Hossanaโฆ Putera Daud
Tumpah ruah rakyat sahaja
Sambut seorang pemuda Nazareth
karena semua mujizat kasih-Nya
karena semua ajaran cinta-Nya
Namun,โฆ
Para pejabat gentar kebingungan
Kaum Farisi dan serdadu dikerahkan
mengawasi sorak sorai rakyat
Sang Raja waspada ketakutan
cemas akan tahta dan mahkota
Gelisah terancam kekuasaannya
Padahal
Pemuda sahaja itu datang
Tawarkan air dan roti hidup
Kobarkan perintah kasih Ilahi
Ajarkan Hukum Cinta Sejati
Hanya menaiki keledai pinjaman
Bukan diiringi motor fore rider
dan ratusan satgas organisasinya
Dia tanpa tentara dan senjata
Hanyaโฆ
Ditemani rasul dan murid-Nya
tapi bukan partai politik
Dia Raja tanpa mahkota
Dia Pemimpin tanpa tahta
Dia Penguasa surga bumi
Dia sungguh Sabda Hidup
Tetapi
Datang menjemput jalan salib
Bermahkota duri bersimbah darah
Lalu
Mengapa ditakuti para pejabat
Mengapa menggentarkan Raja
Mengapa sampai kini terus bertambah
Orang yang percaya pada-Nya
sekaligus banyak yang membenci-Nya
Siapakah Yesus pemuda Nazareth itu
Hari Minggu Palma
jadi fakta sejarah bermakna
bagi semua yang percaya
Pada Yesus pemuda sahaja
Tetapi
Tetap jadi tanya abadi
Terus jadi obyek kebencian
Terus jadi perdebatan dan ketakutan
Terus jadi pertentangan
Sosok Yesus dari Nazareth
Bukan seorang miliarder kaya
Bukan seorang artis hebat
Bukan seorang seniman terkenal
Bukan seorang akademisi brilian
Mungkin seorang motivator ulung
Mungkin seorang aktor politik
Mungkin seorang penggerak massa
Mungkin seorang paranormal sakti
Mungkin seorang super revolusioner
Mengapa tidak hilang pengaruh-Nya
Karena itu,
Siapakah Diaโฆ
bagiku, bagimu, baginya
Dan jawabannya adalah
Percaya atau tidak!
…
Foto ilustrasi: Istimewa

