Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Setiap pribadi memiliki keunikan, termasuk kelebihan dan kekurangan. Dengan kondisinya, setiap pribadi meramu kehidupan ini agar bermakna. Sementara, ada sesama yang lain, juga memiliki fakta hidup yang sama. Lalu, ada juga kondisi alam lingkungan dengan kemudahan dan tantangannya sendiri. Maka, hidup menjadi sebuah perjuangan abadi.
Merefleksikan hal itu, saya catat dalam sajak:
Menerjang Badai Samudera
Nenek moyang leluhur kita
Para pelaut berjiwa bahari
ombak gelombang sudah biasa
Badai samudera siap diterjang
demi meraih pantai tujuan
Samudera itu ibu kehidupan
Lautan luas itu kebun ladang
Sampan biduk perahu kapal
itu tangan dan kaki berkelana
menuai rezeki berkah Ilahi
dalam tekad nyala membara
Berlayar menuju pelabuhan makna
di tengah sesama saudara manusia
Kita Putra-Putri Semesta
Zaman berubah waktu berjalan
musim berganti warna-warni
Sarana canggih buah teknologi
beri kemudahan juga racun
beri manfaat juga laknat
beri berkah juga kutukan
Tergantung pilihan keputusan pribadi
untuk apa dan siapa
untuk raga dan selera
untuk nilai dan manfaat
untuk individu dan kelompok
untuk harkat dan kehidupan
untuk kebaikan hidup bersama
untuk selamat bangsa dan negara
untuk amalkan iman dan agama
Entah…
Memilah memilih dan memutuskan
gampang diucapkan dengan kata
Tetapi
Nyatanya sukar dilakukan pribadi
di tengah arus ombak zaman
di tengah badai kepentingan milenial
Apalagi oleh seorang pemimpin
para pejabat pelayan rakyat
demi keselamatan jutaan jiwa
dalam kapal besar NKRI
berlayar meraih pelabuhan cita
di antara ratusan kapal lain
Bukan…
dengan saling caci mempersalahkan
Bukan…
dengan menunjuk jari mengadili
Berlayar menerjang badai zaman
Sang Nahkoda memilah memilih
bersama segenap ABK
menjaga kapal tetap berlayar
menjamin rakyat aman selamat
Maka
harus bedakan angin dan badai
harus memilah kabut dan asap
harus membedakan kapal lain dan gunung es
harus pastikan ombak atau gelombang
harus menghitung letak bintang
harus pandai membaca kompas
harus memutuskan arah pelayaran
Bukan
penuhi selera penumpang kapal
Bukan perdebatkan maunya penumpang
Tetapi
Menjamin keamanan seluruh kapal
Memastikan agar sampai pelabuhan
Badai samudera sulit diprediksi
tapi harus dihadapi diterjang
karena datangnya tak terduga
pada musim pancaroba zaman
Harus memilih dan memutuskan
diam pasrah dan ditelan badai
atau menerjang dan melewati
demi selamat dan sampai
Bukan tak peduli suara rakyat
Bukan tak dengar usul pendapat
Apalagi
harus bisa tidak menabrak
kapal-kapal lain di sekitar
yang juga ada di samudera
Entah kawan atau lawan
Ketika pemain bola bertanding
Sering lebih hebat penonton
Ada arahan dari pelatihnya
Ada kemauan para suporternya
Ada juga para penjudi bola
Dengan kepentingan dan seleranya
Namun
Pemain di lapangan bola
harus memilih dan memutuskan
seperti apa agar bisa gol
seperti apa kesebelasan menang
Karena bermain kompak bersama
sebagas satu tim sepakbola
Bukan bola-bola kata
Bukan bola-bola selera
Bukan bola-bola api
Bukan bom bola birahi
Bukan bom iri dengki pribadi
Entah demi apa dan siapa
…
Foto ilustrasi: Istimewa

