Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dinamika hidup yang penuh warna-warni, ternyata menyita energi jiwa raga, sehingga sering tak punya waktu hening dan doa. Iman pun sering sirna di tengah pergulatan menjamin aneka kebutuhan hidup. Lalu, ketika tak berdaya, gagal dan alami masalah, bisa jadi Tuhan disalahkan dan iman digugat.
Dari pengalaman perjuangan untuk mengandalkan doa dan iman, sempat saya disadarkan dengan saat khusus ketika menyepi, dan disapa suara adzan saat Ramadhan, juga waktunya puasa pra paskah. Pengalaman hari itu saya tulis dalam sajak:
Hari Jumat 24 Maret 2023
Sahuuuuur, sahuuurโฆ.
ajakan menggema dari speaker masjid mendahului subuh yang masih kedinginan di awal puasa Ramadhan
Sedangkan yang jalankan Nyepi
larut dalam perjalanan hening sunyi menuju relung jiwa
Membungkam hasrat menata kesadaran
bangun harmoni pribadi dengan alam semesta dan sesama
dalam nafas Sang Hyang Agung
Hari ini Jumat 24 Maret 2023
Aku masih pandangi beberapa bintang yang meredup dari balik awan
Aku juga berpuasa dan pantang
belajar rasakan peluh getir zaman
berjuang bersahabat dengan lara derita
Ingatkan diri untuk memeluk misteri salib dengan senyum
karena kesadaran mesti dilatih memaknai realitas dengan cinta
meramu air mata dan senyum tawa
Ketika mentari pagi bangunkan
Kudapat seberkas cahayanya menjawab tanyaku
tentang aneka berita politik saling memfitnah mencurigai
tentang maling teriak maling
tentang pelangi penegakkan hukum
tentang perang, kemiskinan dan ketidakadilan
Dan
tentang oknum dan kelompok radikal atas nama agama
dengan berbagai ujaran kebencian dan fitnah kepada agama lain
karena mencap agama lain kafir dan hanya agamanya yang benar
Sedangkan
mereka yang Nyepi tetap diam hening sunyi
meskipun ada bule yang garang tampilkan sosok egoismenya
Mau kubawa berkas cahaya pagi ini
menyeka wajah berdarah Sang Pemilik Salib
Berniat untuk pikul salib perjuanganku menyusuri tanjakan galau dan gersang pengalaman
Ingin kubelajar mengulang mantra Sang Putra Surga
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang diperbuat mereka”
Jumat 24 Maret 2023
awal malam, subuh hingga pagi merekah
Kerlip bintang bersitkan sinar
menemani hening sunyi gulita jiwa
Saur awal Ramadhan bangunkan kesadaran
belajar hening sepi diri
agar berani berjalan ke dalam relung hati sanubari
Meraih salib misteri pribadi
memaknai jejak langkah kemarin
agar bisa teruskan kisah berziarah
Membawa berkas cahaya mentari
di tengah perayaan pelangiย kehidupan
…
Foto ilustrasi: Istimewa

