Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Fakta adanya aneka kekerasan dan permusuhan, sehingga mengorbankan darah dan nyawa sesama, masih terjadi hingga kini. Banyak alasan dari masing-masing kasus. Lalu, kebutuhan kodrati manusia tergugat dan resah. Manusia mencintai hidupnya, butuhkan perhatian dan kasih sayang. Maka, setiap orang diandalkan bisa saling menghormati, menghargai, mengasihi dan mencintai. Seperti diri kita membutuhkan kasih sayang, cinta perhatian dari orang lain, kodrat memanggil setiap orang untuk melakukan itu kepada sesamanya.
Ternyata, kata-kata gampang diucapkan. Menuntut dari orang lain lebih mudah dilakukan, tetapi melakukan perbuatan kasih sayang kepada sesama, memang tidak mudah.
Atas perjuangan asasi itu, saya catat dalam sajak:
Trilogi Misteri Darah dan Nyawa
1.
Raga jutaan orang
disobek buas aneka senjata
Darah mengalir nyawa melayang
Pembunuhan sadis
Berbagai bentuk pembantaian keji
Radikalisme
Terorisme
Perang dimana-mana
2.
Ada ribuan yang mati
Ada ratusan ribu terbunuh
Darah tertumpah nyawa hilang
Atas nama kemanusiaan
Demi menegakkan kebenaran
Demi melaksanakan hukum
Demi keamanan negara
Demi perdamaian dunia
3.
Sudah puluhan, ratusan, ribuan
Nasib tragis orang kecil
Hilang tertimbun dalam tambang
Lenyap di telan tubir samudera
Terkubur di hutan belantara
Dikirim pulang dalam peti mati
Diam, tak mampu bersuara
hanya tangis dan air mata
tatapi misteri tak bertepi
Nasib mengais remah rezeki
Untuk trilogi misteri darah
Ada pemuda sahaja Nazareth
membuat revolusi tanya sejarah
Meskipun mampu membuat mujizat
Biarpun sangat sakti mandraguna
Bisa menghidupkan yang mati
Mampu kuasai maut dan setan
Namun
mau terima hukuman disalibkan
Teteskan darah sepanjang jalan
dari Yerusalem ke Golgota
Untuk trilogi misteri darah
Pemuda sahaja alirkan darah-Nya
Mengubah sejarah misteri manusia
Sirami gersang sejuta tanya
Penuh luka darah tertumpah
mati di salib seperti penjahat
dengan mantra merobek jiwa
“Ya Bapa,
Ampunilah mereka semuanya
Sebab mereka tidak tahu
apa yang mereka perbuat”
Untuk trilogi misteri darah
Dia melakukan bukti nyata
apa yang sudah dikatakan-Nya
Menjawab dahaga dosa manusia
Menyibak tabir lapar insani
“Hendaklah kalian saling mengasihi
Seperti aku mengasihi kamu
Ampunilah musuh-musuhmu
dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kalian”
Trilogi misteri darah dan nyawa
Telah menjadi matahari kehidupan
Telah menjadi gulita peradaban
Telah jadi bulan dan bintang
Telah jadi semua planet semesta
Telah jadi udara bagi nafas
Telah jadi darah ciptaan
Telah jadi sahabat nyawa
Garis penyatu alfa omega
dengan revolusi darah nyawa
Sang Pemuda sahaja Nazareth
…
Foto ilustrasi: Istimewa

