Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Semua orang mendambakan hidup normal dan jadi pribadi dengan harkat martabat yang baik. Hidup layak di hadapan sesama dan berkenan di hadapan Sang Pencipta.
Namun, karena berbagai faktor dalam diri dan dari lingkungan, serta pengaruh zaman, maka ada banyak keanehan terjadi dalam cara berpikir, pilihan kata ucapan dan tindakan. Saya membayangkan kondisi itu seperti bola untuk permainan. Lalu coba kucatat dalam sajak:
Bola-bola Anomali
Keanekaragaman kata
melesat dari tendangan bibir
Entah ke mana gawangnya
parade “bola anomali”
Sorak sorai penonton
mencocokkan diri
dengan bola anomali
yang berguling terus
dari gadget ke bola mata
Dan
golnya ada di pikiran serta selera
Bola-bola anomali
diciptakan
diperebutkan
dipertontonkan
diperdebatkan
diperdagangkan
Bola pikiran pemiliknya
Bola prinsip pemiliknya
Bola kepentingan pemiliknya
Bola-bola anomali
Terus berguling dan digoreng
Dan
Tuhan pun dijadikan bola-bola
…
Foto ilustrasi: Istimewa

