Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda menuju kemandirian dan meraih masa depannya, ada banyak pihak terlibat. Orangtua, komunitas adat budaya dan agama, Lembaga pendidikan, pemerintah dan juga media sosial dari masyarakat dunia. Semua niat baik dan usaha mendukung itu, perlu memahami keadaan riil generasi muda. Siapakah mereka zaman ini, apa yang mereka butuhkan dan harapkan serta cara dan metode yang paling efektif.
Dalam konteks aturan dan kebijakan pendidikan generasi muda, saya mencatat fenomena zaman now, tentang sikap generasi muda ketika menghadiri pesta dan aktivitas pendidikan, khusus di jenjang Sekolah Menengah Atas. Lalu kutulis sajak:
Bergadang Pesta dan Sekolah Jam 5 Pagi
Ketika ada aneka pesta
Entah di kota atau kampung
Irama Musik bergema
Lampu kilau warna-warni
ada juga pernak-pernik lain
seperti di lantai diskotik
Dan
anak-anak muda terpesona
untuk bisa hadir merayakannya
bertemu keluarga dan sahabat
makan minum dan berjoget ria
Bukan hanya beberapa jam, tetapi sering sampai subuh
Ketika daya tarik pesta memikat
Pikiran perasaan anak muda
maka banyak hal dikesampingkan
Entah tugas belajar sekolah
Entah urusan di keluarga
Entah badan kurang sehat
Entah kendaraan lagi mogok
Entah kantong lagi kosong
Entah dilarang oleh orangtua
Semuanya sering bisa diabaikan
asal bisa pergi ke pesta
“Ada apa dan siapa yang begitu menarik perhatian untuk hadir dan sampai subuhโฆ”
Ketika bicara soal sekolah
Mungkin perlu diingat bersama
Bahwa
Anak pergi ke sekolah
adalah memaksa diri belajar
agar mendapatkan rapor dan ijazah
Maka
Jam belajar tidak ditentukannya
Ruang kelas bukan pilihannya
Guru pengajar bukan maunya
Aturan sekolah bukan kesenangannya
Dan
Anak belajar memaksa diri
Syukur bisa menyenangkan baginya
Beberapa kegiatan di sekolah
“Sekolah adalah lembaga yang mengatur dan memaksa anak didik belajarโฆ”
Maka,
Ketika ada aturan jam belajar
dimuali pukul 5 pagi
atau mungkin pukul 4
Lalu, selesai jam 10
ataukah seharian di sekolah
nanti pulang sore sekali
Semestinya biasa-biasa saja
karena pihak berwenang mau demikian
Sedangkan,
bagi para orangtua siswa
selama ini sudah terbiasa
terpaksa mengikuti aturan sekolah
Semuanya demi mendukung anak
dilatih dan dididik pribadinya
agar punya ilmu dan ketrampilan
“Demi kebaikan dan masa depan anak yang lebih baik”
Daya tawar orangtua terbatas
Untuk inovasi dan kreasi belajar
demi restorasi perubahan mental
demi meraih prestasi cemerlang
Mungkin perlu belajar di pesta
Apa yang membuat anak tertarik
Siapa yang menjadi daya pikat
Situasi seperti apa menggoda anak mau belajar
Sarana apa saja yang memikat semangat belajar anak
Apa manfaat yang sedemikian luar biasa, sehingga anak rajin belajar dan betah berada di sekolah
Apa yang membuat anak mau bertahan sepanjang hari atau sepanjang malam di sekolah, seperti bergadang sampai subuh di pesta?
Jika dipikirkan dan dijawab
Semua hal dari kepentingan anak
Semua upaya demi masa depan gemilang generasi muda
Makaโฆ
yang perlu didengar adalah anak
yang harus diperhatikan adalah anak
Bukan
perdebatan aneka teori pendidikan
Bukan perseteruan selera aneka pihak
Bukan soal suka dan tidak suka
Bukan juga soal kewenangan atau jabatan sosial politik
Karena
ini kepentingan anak SMA
ini dunia para mahasiswa
ini urusan generasi muda
Dengan situasi dan konteksnya
di zaman digital milenial
“Generasi muda memang beda dan khas, zamannya tidak sama denganย Tempoย Doeloe”
…
Foto ilustrasi: Istimewa

