Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Zaman ini diwarnai dengan kemajuan IPTEK serba digital. Lalu, terlahir juga anak generasi, dan bisa disebut generasi Milenial. Faktanya, anak generasi zaman now, tidak bisa dipahami dan diatur seperti zaman leluhur masa lalu, atau selera para orangtuanya. Anak generasi sekarang memiliki konteks zaman berbeda.
Merenungkan anak generasi Milenial, saya mencoba memotret sosok mereka dalam sajak:
Petualangan Bocah Milenial
Ceria bocah-bocah milenial
menaiki tangga langit
membangun istana di planet
Merakit dunia dengan jemari
menyibak tirai misteri surga
dengan bunyi Lato-Lato
Dan
mereka bersorak penuh bangga
Kalahkan lawan main game
dengan pilihan senjata canggih
dari gudang di layar gadget
Cerita heroik para leluhur
telah diganti dengan film kartun
Nama bintang tokoh kartun
semuanya dihafal dan dikagumi
sedangkan nama orangtua leluhur
hanya dihafal seperlunya saja
untuk dipakai saat minta uang
Buat jajan dan beli pulsa
atau mengancam dan membentak
harus diberikan apa permintaannya
Ilmu ketrampilan dari game
ajaran perilaku budaya digital
Dunia selebar bola mata
jarak sepanjang jemari tangan
Ruang nyata dan maya
digenggang dalam telapak tangan
disentuh dengan kelincahan jemari
Semua pintu informasi dibuka
nalar mengembara tanpa batas
selera dipacu kemilau iklan
Samudera dan cakrawala dilumat
jejak angan para bocah milenial
Para bocah milenial menjelma
menjadi anak-anak angin
sungguh ada tetapi tak terlihat
Ada dimana-mana
tak bisa dikendalikan lagi
Busur melepaskan anak panah
tetapi tak selalu kuasai arah
Bocah-bocah milenial
kendalikan gelombang samudera
hempaskan jutaan ombak angan
Bocah-bocah milenial
hapuskan gemerlap bintang
bisukan suara mulut purnama
gantikan planet jadi robot
butakan mata cahaya mentari
dengan jemari di layar gadget
dan terus berlari merobek malam

