Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sang Maha Indah, Pencipta dan Pemilik alam semesta serta kita manusia, setiap detik menyatakan keajaiban-Nya. Tergantung kita menyadari atau tidak. Nafas hidup kita, jiwa raga kita, alam lingkungan dan jagat raya.
Terpesona akan keajaiban alam semesta, dalam gulita malam dan suka duka kehidupan, juga perjuangan bersyukur, saya tulis sajak:
Bulan Sabit di Bibir Angkasa
Seharian kukejar bayangan diri
mengurai cengkraman deru debu
melerai keringat mengalir di jemari
Berkelahi dengan terik mentari
mencabut duri di hati sanubari
Kuberkelana terluka perih pedih
Kuberlari mengejar langkah angin
yang kabarkan di mana ada-Mu
pada bayang temaram senja
di pelataran tepi samudra
dan halaman malam gulita
Daya rindu damba membara
menopang langkah hati sanubari jiwa
entah apa namanya
Kata orang energi pasrah dan doa
Dengan cakar tekad hasrat
Kusibak gulita melerai pekat
agar kutemui takdir saat
Dan
ketika tiba di puncak waktu
kuterpesona melihat di bibir angkasa
bulan sabit bersinar kilau
dikawal hanya satu bintang jagat
Engkau sedang tersenyum
Engkau terangi gulita jiwa
dengan ajaib sabda alam
dengan misteri kasih sayang
dengan syair jawaban tanya
Malam ini berkat istimewa
kualami makna ayat sabda
“Segalanya pasti indah pada waktu-Nya”
Dan sungguh nyata
Indah rencana-Mu
Ajaib kasih-Mu
Misteri cinta-Mu
…

