Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sebelum adanya kemajuan informasi digital buku menjadi sumber pengetahuan. Maka ada ungkapan “Buku adalah jendela dunia, bagi yang rajin membaca.” Namun, sekarang lebih banyak generasi muda membaca melalui media sosial. Lahirlah buku digital serta berbagai informasi secara online.
Merenungkan proses terjadinya buku serta manfaatnya, sekaligus dalam rangka hari buku nasional, saya tuliskan sajak:
Menelisik Hadirnya Buku-buku
Hari-hari ada buku
Buku ditulis jemari waktu
dengan kata makna baru
dengan aneka wajah baru
dengan judul dan gaya baru
Merenda ruang dan waktu
tentang aku dan engkau
tentang kita semua manusia
di dalam rahim semesta
Ada yang menulis buku
Ada yang mencetak buku
Ada yang menjual buku
Ada yang membaca buku
Semuanya bersatu padu
dalam nafas dan waktu
meskipun kisah terus berlalu
dan ada cerita yang baru
Manusia terus berlari memburu
dipandu angin di samudra biru
Ada banyak buku dicetak
dengan pesan yang menghentak
agar jantung pembaca berdetak
Ada juga buku berserak
di hamparan debu diinjak
jutaan langkah yang berjejak
memburu waktu yang bergerak
menikam jiwa dengan tombak
membunuh ruang agar meledakkan
lembaran peradaban sobek
Buku-buku beranak pinak
Kenangan akan apa yang terjadi
Ayat kisah cerita hari ini
Bait harapan damba esok nanti
Diremas jemari telapak nalar penulis
rangkaian kata suka duka
untaian rasa rindu damba
campuran nafas dan darah
Tenunan warna-warni pengalaman
mengurai pertanyaan kehidupan
Buku-buku misteri
tertulis dalam alam ini
tercetak di lembar semesta pribadi
Jawaban tanya silih berganti
dalam setiap relung insani
Saksikan siang malam bersemi
Menatap angkasa luas menanti
Nikmati ombak di tepi pantai
Rasakan nafas kata berkelahi
dalam detak jantung berlari
hari-hariย terusย terjadi
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

