Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dalam kesempatan perayaan Waisak dan pesona bulan purnama, tergerak hati menyimak makna relasi antara pribadi; entah dalam rumah tangga, keluarga suku, komunitas, di tempat kerja dan kehidupan di tengah masyarakat.
Ada relasi karena hubungan darah, ada yang karena kepentingan dan kebutuhan, ada juga karena bertetangga dan kebetulan dalam situasi tertentu. Kualitas dan manfaat setiap relasi memang berbeda-beda, namun satu makna dasar adalah tidak ada seorang pun hadir dan hidup di dunia tanpa membutuhkan orang lain. Ada ungkapan, “tak seorang pun hidup sendiri di sebuah pulau terpencil tanpa peran kodrati orang lain”. Ungkapan lain, “aku ada karena kita ada”. Lalu saya catat refleksi itu dalam tulisan:
Mengartikan makna Sesama Saudara
Fakta hidup manusia
ada bentangan kisah
lahir – hidup – mati
Terjadi tak bisa dibatalkan
Ada tak mampu diselami
Tiada tak habis dijangkau
Misteri dalam misteri
Aku, engkau, dia
Kamu juga mereka
melebur berada dalam kita
Aku ada
karena kita ada
karena sesama dalam semesta
Sesama saudara
Hakikat kodrati pribadi manusia
Kita satu asal dan tujuan
Kita ada dan terus menjadi
Kita sama menghirup udara
Kita sama memiliki darah
Kita sesama saudara
mendamba jawaban seribu tanya
berkelana di tengah dunia
Kita sesama saudara
antara yang telah tiada
dengan yang sedang ada
dengan yang akan ada
semuanya penuh tanya
untuk menemukan makna
Antara ada dan tiada
dalam fakta alam semesta
Kita sesama saudara
Antara ada dan tiada
Antara jawaban dan tanya
Dan
bahasa tak mampu jadi samudra
Kata tak bisa jadi angkasa
Hanya cinta dan doa
bisa menyibak tirai tanya
Apa makna sesama saudara
Apa batas ada dan tiada
Di mana awal dan akhir
dari ruang dan waktu
Dan
Siapakah manusiaย dalamย semesta.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

