Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Tidak ada yang meminta terlahir di mana, melalui orangtua yang mana, jenis kelamin seperti apa dan keadaan hidup yang bagaimana. Tempat dan konteks kelahiran setiap orang khas, unik dan berbeda-beda. Lalu, tumbuh kembang menjadi pribadi, dalam keluarga, komunitas dan lingkungan tertentu. Maka, ada sebutan tanah tumpah darah, kampung asal usul, tanah lahirku, dan lainnya.
Pengalaman itu begitu membekas dengan banyak cerita dan makna, lalu ikut memberi pengaruh pada langkah kehidupan selanjutnya bagi setiap pribadi. Ketika pulang kampung asal, tanah lahirku, saya mencatat memori dalam sajak:
Lembaran Memori Kampung
Seperti yang kita bicarakan berdua
saat lewati trotoar metropolitan
Lalu segarkan dahaga di halte
saksikan hilir mudik warga kota
dan ramainya asap kendaraan mengepul
Ternyata
sekarang benar kusaksikan
sedang terjadi di kampung kita
Tanah lahir dan masa kecil
kita tumbuh kembang bersama
Rumah panggung yang sakral
sekarang tinggal cerita
sudah banyak bangunan permanen
dengan gaya seperti di kota
Jalan raya sudah melintasi kampung
Listrik sudah di setiap rumah
Batu tempat ritual sunyi sepi
Pohon besar pelindung kampung
tersisa hanya akar lapuknya
Dan
banyak kerabat tidak kukenal
apalagi anak cucu mereka
yang asyik bermain gadget
Setelah para sepuh dijemput ajal
Saat berkunjung ke kebun
kuingat sungai kecil dahulu
tempat kita biasa mandi
saat musim hujan seperti ini
Ternyata sudah kering hilang
diganti got dan jalan rabat
Pohon kenari yang kekar dahulu
sudah musnah ditebang jadi papan
karena ada yang mampu membelinya
Dan
pemiliknya terpaksa tebang menjual
untuk membayar cicilan kredit motor
yang lebih banyak jadi masalah
Karena anak saling rebutan
banyak onderdil dicopot diganti
hanya untuk gaya selera sesaat
Bukan menjadi alat kerja
Ada yang unik dan mengagetkan
sepanjang hari terdengar musik
Seperti parade antar panggung
dengan volume keras menghentak
dari sound system milenial
dan genre musik gaya diskotik
Para pemilik menikmati hobinya
anak muda datang berkumpul
Tidak ketinggalan ditemani alkohol
Lalu banyak yang berjoget ria
ekspresi generasi zaman now
Zaman kecil belum kita jumpai
Sahabat,
Setelah merantau sekian lama
ternyata ada banyak perubahan
Kita menjadi orang asing
saat kembali ke kampung halaman
Karena perkembangan terus berjalan
Karena budaya terus berkembang
Karena kehidupan memang dinamis
Meskipun dalam memori pribadi
ada banyak lembar kenangan
dan rindu mengalami kembali
tetapi nyatanya banyak hilang
Jejaknya sirna di kampung
spiritnya sedang diterbangkan angin
Angin perubahan
Gemerlap dinamika zaman

