Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Tentang bulan, sudah menggetarkan rasa dan imajinasi manusia akan aneka makna, yang dituangkan dalam berbagai bentuk ungkapan. Ada syair, lagu, lukisan, kisah cerita, novel dan film, demi membagikan pengalaman istimewa relasi personal dengan keindahan bulan. Salah satu ungkapan misalnya, “kalau bulan bisa bicara.”
Sering dalam kehidupan, ada pengalaman yang tak terduga. Datang pada waktu yang tak disangka, isinya penuh makna jauh heboh daripada yang diharapkan bahkan didoakan. Tentang pengalaman tak terduga itu saya andaikan dengan pesona bulan, ketika gerhana dan bulan sabit beberapa saat lalu. Saya tertarik dan mendapat sebuah kesan personal. Lalu, saya catat pengalaman itu dalam sajak:
Bulan Sabit di Bibir Samudra
Simply da Flores
…
Mendayung sampan rinduku
berbekal pancing dan umpan
kuterjang ombak gelombang
ditemani desah gulita garang
Aku datangi rahim samudra
Sekonyong datang bulan sabit
Tersangkut pada mata kail
dan kutarik dalam sampan
dengan haru bangga dan kagum
Bulan sabit tersenyum
ada beberapa bintang diam
kami pulang dan sibak gulita
Dambaku terjawab samudra
melampaui doa dan daya
di luar nalarku yang papa
karena dicengkram banyak tanya
menuruti dorongan selera
Bulan sabit di bibir samudra
heningkan arus gelombang rasa
Angkat mata hati sanubari
menatap angkasa ajaib misteri
Ada jutaan planet galaksi
tak henti menemani bumi
Dan
Pasir pantai selalu menanti
nyanyian ombak mengalun abadi
hembuskan kasihย takย bertepi
…
Foto ilustrasi: Istimewa

