Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Sosok pribadi manusia berbeda-beda dalam kapasitas diri dan sejarahnya, juga dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup. Jumlah manusia terus bertambah, kebutuhan manusia tidak terbatas, kemampuan memenuhi kebutuhan terbatas serta sarana dan sumber daya memenuhi kebutuhan hidup semakin terbatas, bahkan berkurang.
Dalam kenyataan tersebut, di seluruh dunia ada di Anika relasi dan perjumpaan. Ada yang saling melengkapi dan menopang kehidupan, tetapi ada yang saling mengalahkan dan bahkan membantai yang lain, demi kepentingan pribadi dan kelompoknya, sukunya, bangsa dan negaranya. Merenungkan halnituz saya tuliskan sajak:
Tajamnya Mata Kepentingan
Normalnya semua punya mata
kedua mata untuk melihat
beragam obyek yang dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari
Melihat diri pribadi sendiri
Melihat sesama saudara insani
Melihat alam lingkungan ini
Melihat berbagai sarana tercipta
Melihat informasi di gadget
dan aneka data yang tersaji
Ternyata pengalaman mengajarkan lain
Mata raga hanya bisa melihat
jika diperintah oleh mata nalar
nalar pikiran yang mengatur raga
nalar pikiran mengelola rasa
Pikiran membuat indera berfungsi
Pikiran mengendalikan hati nurani
Pikiran menuntun kesadaran jiwa
Dan
nalar pikiran dipengaruhi kepentingan
nalar pikiran dipandu kebutuhan
Setiap pribadi ada banyak mata
Mata raga dan mata rasa
Mata hati dan mata jiwa
Mata kepentingan dan kebutuhan
Mata bathin dan mata spirit
Mata nalar dan mata kesadaran
Mata kasih sayang dan cinta
Mata iri dengki dan dendam
Mata rohani dan jasmani
Dan
entah masih ada mata lainnya
untuk melihat dan merasakan
untuk memilah dan memilih
untuk memutuskan dan melakukan
untuk berada dan menjadi
Mata kepentingan diri pribadi
ternyata memiliki daya anomali
“Kuman di seberang laut tampak
gajah di peluk mata raga
bisa tak tampak dilihat
Padahal kelihatan semua orang”
Dan
Zaman digital milenial ini
telah mengajari fakta baru
dengan kecanggihan sarana digital
sebagai “mata digital milenial”
bisa melihat aneka fakta
bisa mengungkap jejak kejadian
entah terjadi masa lalu
entah yang baru terjadi sekarang
bahkan yang sedang terjadi
Baik oleh diri pribadi tertentu
maupun berdua dan berkelompok
dimana pun dan jabatan apapun
Tajamnya mata kepentingan itu
Bisa menggundulkan hutan belantara
Bisa mengoyak merobek bumi
Bisa menjangkau planet angkasa
Bisa melihat bakteri dan molekul
Bisa menyelamatkan dan menghidupkan
Bisa membantai dan mencincang
Bisa membunuh dan menghabiskan
dengan menggunakan segala cara
Dan
fakta zaman terus mengingatkan
Dalam ruang dan waktu misteri
“Sumber daya alam terbatas
kualitas lingkungan berkurang
Populasi manusia terus meledak
kebutuhan kepentingan harus dipenuhi
kembali pada keputusan pribadi”
Seberapa tajamnya mata kepentingan
Tergantung beningnya mata nalar
Terkait cerdas waras mata nalar
Terkoneksi kualitas mata nurani
Terhubung terangnya mata jiwa
serta semua mata lainnya
dalam diri kita masing-masing
Menyadari cahaya matahari
Mengakui adanya Mata Ilahi
bersinar lestari bersama menteri
mengherankan selurih alam semesta
dengan energi misteri abadi
yang tak mampu disibak nalar
yang melampaui aneka kepentingan
yang melihat semua ciptaan

