Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Apa perbedaan antara jenis ayam broiler dan ayam kampung?โ Tanya sang Dosen kepada sejumlah mahasiswa antropologi.
(Didaktika Hidup Sejati)
…
Pertanyaan Kritis
Suatu pagi di sebuah kamar makan sebuah Biara di kota Kediri, Jatim dengan sambil mencicipi hangatnya secangkir kopi pagi, seorang Dosen Antropologi dari kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang nyeletuk, bahwa beliau pernah mengajukan pertanyaan menggelitik ini kepada para mahasiswanya.
“Menurut kalian, apa perbedaan mencolok dan mendasar antara ayam broiler dengan ayam kampung?”
Maka, berhamburanlah aneka model jawaban versi mahasiswa abad 21. Ya, antara potongan guyonan dan asal bunyi (asbun).
Antara Lupa Berproses serta Sadar Proses dan Perbedaannya
Jika kita sungguh-sungguh mau serius untuk berpikir, maka akan kita temukan sejumlah perbedaan mendasar antara ayam broiler dengan ayam kampung.
Ayam broiler adalah jenis ayam potong yang sasarannya ialah pada melimpahnya daging, sehingga disebut jenis ayam pedaging.
Dengan tubuh gemuk dan berat tubuh yang memadai, jenis ayam ini memang seolah dikarbit.
Ayam broiler ini biasanya akan dikandangkan dan akibatnya ia akan sangat malas untuk bergerak.
Proses pemberian pakan pun lewat cara disuntik serta diberi makanan ekstra vitamin kimiawi demi mempercepat proses pertumbuhan fisiknya.
Kondisi dagingnya sangat berminyak dan terasa tidak segurih daging ayam kampung yang terasa gurih serta lezat.
Dalam waktu sangat singkat, ayam jenis ini sudah dapat disembelih demi mendapatkan dagingnya yang memang sangat melimpah.
Sebaliknya, jenis ayam kampung kondisi fisiknya lebih ramping dan gesit gerak-geriknya.
Jenis ini biasanya dibiarkan untuk mengais makanan di alam bebas. Ia akan berkeliaran di alam terbuka untuk mencari makanan.
Lewat proses pemeliharaan yang sangat alamiah, ayam jenis ini akan bertumbuh seiring alam dan rasnya. Dia pun tidak mengonsumsi vitamin dan obat kimiawi.
Dagingnya terasa enak dan gurih terasa di lidah. Maka, tak pelak, bahwa harga ayam kampung itu lebih mahal daripada harga ayam broiler.
Sejatinya sasaran dari tulisan ini ialah ingin mengedepankan, bahwa terdapat perbedaan mendasar antara memelihara ayam broiler dengan ayam kampung.
Ayam kampung akan dipelihara lewat proses waktu secara alamiah. Sedangkan ayam broiler dipelihara secara kimiawi dan dalam waktu yang singkat.
Maka, yang terjadi ialah ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat dan bergerak sangat lincah. Sebaliknya ayam broiler akan mudah diserang penyakit dan lamban bergerak.
Didaktika Hidup
Lewat tulisan ini kita memperoleh pelajaran hidup, bahwa cara hidup yang baik dan benar itu yang berproses secara alamiah dan bukan secara instan.
Mari kita menumbuhkan spirit budaya yang menghargai proses di dalam hidup ini.
Budaya instan, justru secara tidak langsung telah menyalahi kodrat hidup manusiawi kita!
…
Kediri,ย 21ย Juniย 2024

