“Friend, boyfriend, girlfriend semua ada end, tapi family nggak ada end.” -Rio, Scj
Saat menikmati kopi pagi ini, konfrater, teman sesama Romo mau ziarah kubur ke pusaran Ayah dan Ibunya yang sudah bahagia di Surga. Pelajaran berharga buat kita. Kalau saat ini kita sedang rindu dengan Ayah. Bacalah ini baik-baik.
Kisah seorang Ibu yang sedang memberi nasihat untuk anaknya. “Anakku memang Ayah tidak mengandungmu, tapi darahnya mengalir di darahmu. Memang ayah tidak melahirkanmu, tapi ia memberkatimu dengan tanda kemenangan saat engkau baru lahir. Memang ayah tidak menyusuimu, tapi dari keringat Ayah setiap suapan yang jadi susu.
Tangisan Ayah mungkin memang tidak pernah kau dengar, karena dia ingin terlihat kuat. Agar kau tidak ragu berlindung di lengan dan dadanya saat kau merasa tak aman. Pelukan Ayahmu mungkin tidak seerat dan sehangat pelukan Ibu, tapi karena kecintaannya ia takut tak sanggup untuk melepaskanmu. Ia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada engkau bisa menghadapi semuanya sendiri.
Ibu hanya ingin kau tahu, bahwa cinta Ayahmu kepadamu sama besarnya dengan cinta Ibu kepadamu. Jadi anakku, dalam dirinya juga terdapat Surga, tak hanya Surga ditelapak kaki Ibu. Ayahmu rela tulang belakangnya patah dan bengkok, semua hanya untukmu. Maka hormati dan sayangi Ayah.”
Itulah kenapa Tuhan ingin kita menghormati orangtua, bukan karena jasa mereka, karena Tuhan sendiri yang minta. Bukan karena mereka sempurna, justru di tengah kerapuhan dan keterbatasannya, ada Surga tersedia. Bukan karena mereka hebat, melainkan hormat orangtua membuka pintu berkat.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

