“Hati-hati, jangan asal menerima telepon orang asing dan mudah dirayu agar kita tidak diperdaya dan menyesal sendiri.” -Mas Redjo
Setiap kali menerima telepon dari orang asing atau di luar list nama pertemanan, telepon itu tidak saya angkat atau terima. Alasan saya, dari pengalaman, kebanyakan telepon itu menawarkan jasa agar saya ikut dan bergabung dengan mereka. Jujur, saya malas meladeni. Telepon dari pelanggan baru?
Jikapun telepon itu dari pelanggan baru, biasanya mereka lalu chat saya, apabila teleponnya tidak ditanggapi.
Maaf, tidak berarti saya jual mahal atau tidak butuh pelanggan. Karena sekali saja menanggapi telepon dari mereka yang menawarkan jasa, mereka pasti menelepon kembali. Mereka terus merayu dan tidak peduli kita sedang sibuk atau repot demi mencapai target sasaran.
Saya mempunyai pengalaman, dan nyaris tertipu. Pelanggan baru itu meminta saya untuk mengklik pdf barang yang dipesanannya. Tidak ditulis dan diberi foto contoh, tapi disuruh ngeklik oleh orang tidak dikenal. Apalagi sedang marak penipuan dengan meng-hack hp untuk menguras rekening di bank.
Tidak hanya itu, banyak data bocor yang dijual kepada orang tidak bertanggung jawab membuat kita harus makin hati-hati.
Pengalaman saya yang lain adalah, ketika dichat seorang gadis (foto profil) yang tidak dikenal menawari investasi suatu produk dengan hasil yang menggiurkan. Untung besar, jika mau bergabung jadi anggota. Saya tidak menanggapi, karena banyak investasi abal-abal dengan iming-iming untung besar. Hal yang tidak realitis. Apalagi di tengah krisis ekonomi dan krisis pembeli seperti saat ini.
Konyolnya, meski ditolak mentah-mentah, tidak diladeni, gadis (profil) itu berani mengajak ketemuan, makan siang, dan bahkan telepon malam hari saat saya di rumah.
Saya tidak toleransi lagi. Telepon gadis itu langsung saya blokir. Apa demi mengejar omset penjualan, banyak orang menghalalkan segala cara dan nekad?
Saya malas komentar.
Mas Redjo

