Red-Joss.com | Takut untuk memulai, takut gagal, takut menghadapi masa depan, atau sejuta ketakutan yang lain itu hal biasa. Pertanyaannya, apa dasarnya kita takut?
Coba direnungkan dan dicari asal muasalnya takut itu agar kita sukses untuk mengelola dan mengatasinya.
Diakui atau tidak, sesungguhnya rasa takut itu datang dari pikiran sendiri, karena kita tidak percaya diri, dan (maaf) iman yang lemah.
Ketika rasa takut itu muncul, kita diajak untuk refleksi diri agar tidak bertindak gegabah atau sembrono dalam melangkah dan mengambil keputusan. Tapi agar kita cermat, berhati-hati, dan siap sedia untuk mengantisipasi permasalahan lain yang mungkin terjadi.
Ketakutan itu teror yang belum pasti dan membuat kita jadi malas untuk melangkah, mencoba, atau memulai. Sehingga kita berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa.
Dengan berpikir jernih dan hati yang bening, kita tidak harus takut dengan bayangan sendiri. Tekad dan semangat kita pun harus makin kuat dan lebih besar dari rasa takut itu.
Dengan iman yang kuat, kita kelola ketakutan itu agar masalah dan beban yang berat itu jadi ringan, lalu kita singkirkan.
Ingatlah, sesungguhnya hidup ini anugerah Allah. Jika anugerah Allah dikalahkan oleh ketakutan sendiri berarti kita menyia-nyiakan hidup ini.
Hidup ini kesempatan yang harus diolah untuk dimanfaatkan agar hidup ini makin baik, lebih baik lagi, dan bermakna bagi sesama.
Ingatlah pula janji Allah, “Aku akan menyertaimu hingga akhir zaman.” Jadi jangan biarkan ketakutan itu mencuri anugerah Allah.
Teruslah berjuang, karena tidak ada perjuangan yang sia-sia.
Selalu optimistis untuk mewujudkan harapan itu jadi nyata.
…
Mas Redjo

