“Kok bisa? Ah, itu tidak mungkin!”
Umumnya, kita meragukan ajakan sukses itu datang dan diawali dari rumah. Banyak di antara kita kurang percaya!
Ya, kenapa tidak?! Boleh dan sah kok, jika kita mempunyai anggapan, kesuksesan itu dicapai dengan bekerja keras, semangat pantang menyerah, dan anugerah Tuhan.
Fakta itu tidak salah. Tapi bagi saya pribadi, faktor utama dan penting untuk sukses itu datang dan diawali dari rumah, yaitu keluarga sendiri.
Hal ini didasari oleh pengalaman, yakni dengan menciptakan damai itu di rumah. Suasana rumah jadi tenang, nyaman, dan berlimpah sukacita. Hati yang berbahagia itu berdampak sangat signifikan dalam bekerja, sehingga kita jadi makin kreatif dan produktif.
Berbeda hasilnya, ketika di rumah muncul perselisihan antara suami dan istri, anak yang sulit diatur dan melawan orangtua, atau masalah yang lain.
Perselisihan di rumah yang dibawa ke tempat kerja itu dapat dipastikan berdampak kurang baik, karena mengganggu konsentrasi dan mempengaruhi produktivitas kerja. Begitu pula, masalah kantor yang dibawa ke rumah itu mempengaruhi suasana hati kita dan keluarga.
Alanglah bijak, jika kita pandai memilih memilah persoalan itu, lalu menyikapi dengan baik. Kita belajar untuk mengalah, bersabar, dan memahami persoalan itu untuk tidak dibawa ke tempat kerja. Atau sebaliknya, masalah di kantor itu tidak dibawa ke rumah.
Persoalan itu harus dikendalikan, diredam, dan disikapi dengan hati bening, serta segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Sehingga membebani pikiran. Tapi dengan menciptakan suasana hati yang damai, persoalan itu jadi mudah untuk diselesaikan, dan semua itu tampak indah.
Mengapa sukses itu datang dan diawali dari keluarga?
Kita bekerja dan berjuang itu tidak untuk diri sendiri lagi, tapi demi kehidupan keluarga yang makin baik dan mapan.
Dengan mengedepankan dan mendulukan keluarga di atas kepentingan sendiri, kita dituntut untuk jadi pribadi yang bertanggung jawab dan rendah hati.
Semangat seperjuangan dan salam sukses.
Mas Redjo

