“Dimulai dari keluarga. Dengan menghidupi budaya ‘sapa aruh’ agar kita tidak asing di rumah sendiri.” -Mas Redjo Sederhana, jika diterapkan dengan hati dan konsisten, dijamin hasilnya luar biasa. Faktanya, tidak sedikit, bahkan masyarakat kita sudah kehilangan budaya ‘sapa aruh’ itu di dalam keluarganya. Tidak harus malu untuk mengakui. Adalah langkah bijak dan tidak ada istilah…
Penulis: Admin
Refleksi tentang Kematian:
Garis di Kaki Langit
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Namaku terukir indah di atas telapak tangan-Mu.”(Sabda Sang Hidup) Kita ini Milik Tuhan “Baik hidup, maupun mati, kita ini tetap milik Tuhan,” sabda sang Kehidupan. Ya, demikianlah kesaksian iman kita. Ujung Jemari di Kaki Langit Tatkala senja nan sendu tiba, tampak terulur setangkai tangan berjemari indah, sedang asyik ‘melukis sebuah…
Renungan Harian Katolik
JAGA BAIT ALLAHMU
Jumat, 21 November 2025 Oleh Romo Agus CSsR Yesus membersihkan Bait Allah dengan mengusir semua pedagang di situ karena Bait Allah dipakai untuk berjualan. Yesus menegaskan bahwa “RumahKu adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun”. Apa maknanya bagi kita? Sadarkah bahwa tubuh kita adalah bait Allah, tempat Allah bersemayam? Maka jagalah bait Allahmu. #romoaguscssr…
Bangkit Kembali
Sesuatu yang hilang itu memang harus bisa ditemukan kembali. Tapi ada juga pengalaman kehilangan yang harus dilupakan. Misalnya, pengalaman kecewa, yang tidak perlu terus-menerus diingat, karena harus dilupakan. “Sekarang, apa saja yang hilang dan harus ditemukan kembali?” Ketika kita kehilangan semangat, harapan, dan sukacita. Semua ini harus ditemukan kembali, dibangkitkan, dan harus dimulai lagi. Perumpaman…
Jangan Mencari Damai, tapi Ciptakanlah Damai itu
Luk 19: 41-44Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Setiap dari kita diciptakan untuk jadi pembawa damai. Maka janganlah mencari damai di luar dirimu dari orang lain atau dari tempat lain, melainkan ciptakan dan jadilah pembawa damai di mana pun berada dan ke mana pun engkau pergi, sehingga semua orang bisa merasakan dan mengalami damai dan sukacita…
Mengenal Waktu Tuhan
“Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya” (Luk 19: 41). Yesus menangis melihat Yerusalem, karena mereka tidak mengenal waktu kedatangan Tuhan. Hati-Nya sangat sedih melihat orang-orang yang mengabaikan kasih dan ajaran-Nya. Yerusalem terlalu sibuk dengan urusan duniawi, sehingga lupa menyambut Sang Penyelamat. Kita pun sering seperti itu, tenggelam dalam kegiatan sehari-hari, pekerjaan,…
Buka Mata Hati untuk Mengenali Kunjungan Tuhan
“Saat Allah mendekat, rahmat-Nya selalu mengetuk hati, tapi hanya pribadi yang rendah hati yang mengenali-Nya.” Sabda Allah menyingkapkan kesedihan terdalam dari hati Yesus. Ketika Ia mendekati Yerusalem, kota suci yang selama berabad-abad merindukan Mesias. Ia tidak larut dalam sorak-sorai orang banyak. Sebaliknya, Ia menangis. Karena umat-Nya “tidak mengenal saat Tuhan mengunjungi mereka.” Mereka berharap Raja…







