Mendidik Hati agar Peka terhadap Suara Tuhan
Dua adegan kontras: kejatuhan manusia pertama, karena godaan (Kej. 3: 1-7) dan kemenangan Yesus atas godaan di padang gurun (Mat. 4: 1-11). Adam dan Hawa jatuh, karena membiarkan tipu daya Iblis masuk ke dalam hati. Mereka tergoda oleh keinginan jadi seperti Allah dan akhirnya kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Sebaliknya, Yesus...
Keinginan Daging
Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang ke luar dari mulut Allah” (Mat 4: 4). … Manusia menginginkan kebahagiaan dan kesejahteraan, sehingga membutuhkan hal-hal yang bersifat materi untuk menunjang hidupnya. Tapi manusia sering kali tidak merasa puas dengan segala sesuatu yang...
Rahmat Allah lebih Kuat daripada Dosa
“Di mana Adam ragu, Kristus percaya. ketika kita jatuh, kerahiman-Nya lebih besar siap menjangkau.” Dalam Kitab Kejadian, Allah membentuk Adam dari tanah dan memahkotainya dengan kemuliaan. Ia adalah anak-Nya. Ia hidup dalam keintiman dengan-Mu. Ketika firman-Nya diputarbalikkan, keraguan itu masuk. Manusia itu jatuh. Ketakutan lahir dan manusia bersembunyi. Dalam...
Berpantang dan Pengendalian Diri
“Stop… berkasak-kusuk agar kita tidak jadi busuk!” -Mas Redjo … Jika ada hal yang tidak berkenan di hati atau tidak sependapat, ya, kita tidak harus kasak-kusuk dan bicara di belakang. Karena itu bukan sifat kesatria. Lebih baik dikemukakan dengan bijak. Tapi alangkah bijak, jika kita tidak berprasangka buruk kepada...
Jejak Kelana Nafas-50
Bocah Angin-545
Bicara, Diam, Bicara dalam Diam
1.Bicaralah…Selama masih engkau punya mulutmuSelagi masih ada emosi rasamuKetika masih sehat waras pikiranmuJika memang ada hati nuranimuKarena sungguh ada sanubari jiwamuKatakan berani seribu katamuLantangkan tegas sejuta kalimatmuNyatakan apa dan siapa pribadimuGaungkan sosok sejati harkat martabatmu“Katakan benar itu benar…Lantangkan salah itu salah…Hentakkan kaki di dada bumiArahkan wajahmu menatap mentariJangan diamJangan...
Empat (4) Kalimat
“Jangan takut memulai.” -Rio, Scj. Empat kalimat yang bisa membuat hidup lebih berwarna.Pertama: Dalam hidup ini tidak ada yang namanya musuh, tapi yang ada adalah guru. Semua peristiwa yang terjadi, setiap pribadi yang datang dan pergi, setiap gagal dan sukses, tawa dan air mata itu adalah guru yang membentuk...
Vitalnya Kecerdasan Relasi
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Servis (layanan) yang baik hanya dapat diberikan oleh pekerjaan yang baik, yang kenal disiplin, yang dapat dipercaya.”(PK Ojong) Apakah Kecerdasan Relasi itu? Kecerdasan Relasi / RQ (Relational Quotient) atau (Interpersonal Intelligence) (IQ interpersonal) ialah kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan dengan orang lain. Di...
Terluka oleh Dosa, Tersembuhkan oleh Pengampunan
Luk. 5 : 27-32Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Jika dosa menjauhkan kita dari Tuhan, maka pengampunan Allah selalu mencari, menemukan dan membawa kembali kita kepada-Nya, asalkan pertobatan jadi tanda pengenal pada diri kita.” Dalam Injil, kita mendengar isi hati Yesus: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tapi orang sakit;...
Puasa Berbuah Pembaharuan
Dalam puasa masa Prapaskah ini kita diterangi untuk melakukan amal dan berdoa. Ini merupakan cara-cara kita berpuasa. Hal berikut yang amat penting, ialah buah atau hasil melakukan puasa itu. Dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan, bahwa orang yang berhenti menyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk...
Ruang Berproses
Ada satu tempat: ruang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Di tempat itu ada seorang pribadi yang menjalani hidup dalam keheningan. Hidup ini tidak pernah berhenti. Ada petunjuk waktu yang terus-menerus berputar: pagi – siang – malam. Dimaknai di setiap putaran waktu, antara ‘Kronos’ dan ada ‘Kairos’. Waktu ‘Kronos’:...
Migunani tidak harus Utuh
Layaknya sebuah bejana tua yang retak, kami tidak lagi utuh kendati ingin migunani Migunani itu tidak berarti harus utuh. Artinya, dalam kondisi retak adalah bentuk keberanian tertinggi. Kami tidak lagi memberi dari ‘kelebihan’, tapi memberi dari ‘kedalaman’. Saat kami berhenti berusaha untuk jadi sempurna, di situlah kami jadi sangat...
Allah yang lebih Dahulu Memanggil
Ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku! (Luk 5: 27). Penginjil Lukas menampilkan Yesus yang memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, untuk mengikuti-Nya. Kisah ini mengingatkan kita, bahwa pertobatan bukanlah terutama usaha manusia untuk...
Pembaruan Sejati Dimulai dari Hati yang Bertobat
“Prapaska bukan hanya berpuasa dari makanan, melainkan juga belajar, di meja siapa kita duduk makan bersama.” Di tengah perjalanan Prapaskah ini, Injil menyingkapkan hati Yesus. Ia melihat Lewi duduk di meja cukainya; terikat oleh masa lalu, dipandang hina oleh banyak orang. Orang melihatnya sebagai pengkhianat. Tapi Yesus melihat seorang...
Jejak Kelana Nafas-49
Bocah Angin-545
Dasyatnya… ‘Sekarang’
1.Wow… dasyatnya sekarangAku masih sadar akan waktuAku sekarang sedang ada dan menjadiAku sungguh alami fakta dasyatbahwa sekarang nyata terjadidan kemarin tak pernah kembaliEntah apakah bisa sampai besok nantiEntah ada waktu dan tempat bersemiEntah terus ada dan menjadi?Aku tak tahu dan tak mau pedulikarena dasyatnya itu sekarangApa pun yang terjadi…...
Pertobatan yang Sejati
Nabi Yesaya menyampaikan janji Tuhan yang indah: jika kita berhenti menindas sesama, tidak lagi menyalahkan orang lain atau berkata jahat, maka terang Tuhan akan menerangi hidup kita (bdk. Yes. 58: 9b-14). Pertobatan sejati tidak hanya soal hubungan pribadi dengan Tuhan, tapi juga nyata dalam sikap terhadap orang lain. Kita...