Rabu, 18 September 2024 OlehRomo Agus CSsR Para ahli taurat dan kaum Farisi menuduh Yohanes sebagai orang yang kerasukan setan karrna kebiasannya berpuasa. Demikian juga Yesus dituduh sebagai pelahap dan peminum dan sahabat kaum pendosa karena Yesus mampir di rumah pemungut cukai dan makan bersama dengan orang berdosa. Sungguh kesombongan rohani para kaum farisi dan…
Penulis: Admin
Renungan Harian Katolik
Nilai Ketulusan Hati
“We can’t help everyone, but everyone can help someone.” – Rio, Scj … | Red-Joss.com | Menolong orang lapar itu bisa dengan satu suapan. Menolong orang haus bisa memberi air satu tegukan. Menolong orang kehujanan bisa menggunakan daun pisang. Menolong orang sedih bisa menggunakan kata-kata indah dalam ucapan. Menolong orang menderita itu tidak harus dengan…
Merefleksikan Tujuan Hidup
“Intens berefleksi untuk membuka aneka kebuntuan. Jalan baru untuk pencerahan hidup sejati.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | “Hidup tanpa direfleksikan itu tidak layak dihidupi,” nasihat bijak dari Socrates itu tak hanya memotivasi, tapi sekaligus menginspirasi saya. Selalu berefleksi agar hidup saya dicerahkan: makin rendah hati dan bijaksana. Dengan selalu berefleksi, saya tidak pernah…
Pemberdayaan Umat dalam Pelayanan
| Red-Joss.com | Gereja sekarang, baik di tingkat Paroki maupun di Lingkungan, dalam situasi yang menarik. Karena makin tertata rapi dengan tata kelola Pastoral, organisasi, dan perencanaan strategik, namun ada kecenderungan jatuh pada birokrasi dan beban administrasi. Apa pun namanya: seorang Gembala/Koordinator/Ketua Lingkungan itu esensinya sama. Mereka berada pada posisi itu, karena empunya ‘strategic thinking’,…
Si Bijak dan Si Bodoh
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Si bijak menawarkan permata dan si bodoh memamerkan sampah.”(Didaktika Hidup Sejati)… Si Bijak dan Si Bodoh Anand Krishna dalam bukunya yang berjudul “Renungan Harian Penunjang Meditasi,” menulis demikian, “Ia yang bijak berbicara dengan matanya. Ia yang bodoh menelan dengan telinganya.” Yang bijak itu tidak perlu bicara banyak. Apa yang ingin…
Cintai Iman Kita:
“Hiperdulia”
Bagian 67 | Red-Joss.com | ‘Hiperdulia’ adalah sebuah istilah yang digunakan dalam teologi Katolik untuk menggambarkan sebuah bentuk penghormatan atau penghormatan khusus yang diberikan secara khusus kepada Santa Perawan Maria. Ini adalah jenis penghormatan yang lebih tinggi daripada penghormatan yang diberikan kepada para Kudus (dulia), tapi lebih rendah daripada penyembahan yang hanya kepada Allah (Latria)….
Renungan Harian Katolik
BELARASA YANG MENGHIDUPKAN
Selasa, 17 September 2024 Oleh Romo Agus CSsR Belarasa yang menghidupkan kiranya layak menggambarkan kisah injil hari ini. Yesus melihat seorang janda yang berduka karena kematian putera tunggalnya tergerak oleh belas kasihan. Yesus datang dan menyapa janda itu dengan mengatakan: Jangan menangis. Lalu Yesus menyentuh jenasah anak mudah itu dan memerintahkan untuk bangkit. Dan anak…







