Ada tertulis: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (Mark 7: 6b). Apakah Anda sungguh telah memuliakan dan memuji Tuhan dengan sepenuh hati? Tidak jarang, baik secara sadar maupun tidak, kita justru mencuri kemuliaan Tuhan. Kita memuji-Nya dengan kata-kata, tapi hati kita jauh dari-Nya. Bahkan dalam berbagai kesempatan seperti Misa, ibadat,…
Penulis: Admin
Teruslah Bertumbuh
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tatkala kita memutuskan untuktidak lagi bertumbuh, itulah kematian sejati.”(Hamdan Hamedan) Sebuah Petuah Saya masih ingat akan sebuah petuah yang pernah dilontarkan oleh salah seorang pembimbing saya, bahwa “Kesalahan terbesar dari seorang manusia ialah ketika ia tidak mampu untuk mengembangkan aneka potensi di dalam dirinya,” demikian isi tuturan itu. Dialog Bermakna…
Renungan Harian Katolik
BERIMAN BUKAN SOAL PENAMPILAN, TAPI ISI
Selasa, 11 Februari 2026 Oleh Romo Agus CSsR Beriman itu yang penting bukan soal penampilan lahiriah atau kesing atau covernya tapi isinya. Beriman dengan menaati segala peraturan tentu saja tidak salah tapi tidak boleh mengabaikan isi atau esensi beriman yaitu kemanusiaan. Yesus mengecam orang farisi dan ahli taurat karena mereka sangat mementingkan ketaatan pada hukum…
Ruang Bagi Tuhan
Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnya Tuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan berada di dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuah kehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada di sana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian…
Tuhan, jadikan Saya Garam
Penerimaan diri adalah langkah awal yang paling membebaskan. Ketika kita berkata, karena saya memang hanya itu. Hal itu bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah kejujuran yang berani. Ada kelegaan yang luar biasa, ketika kita berhenti memikul beban harus hebat dan mulai fokus pada ‘jadi bermanfaat’. Garam itu tidak pernah berkompetisi dengan gula atau rempah lain untuk…
Menghadirkan Kasih
Kita melihat momen penuh kekhusyukan: Tabut Perjanjian yang melambangkan kehadiran Tuhan dibawa ke Bait Suci. Ketika tabut diletakkan di tempat kudus, kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu dalam bentuk awan (1 Raj. 8: 10-11). Peristiwa ini menegaskan, bahwa Allah hadir di tengah umat-Nya, bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai sumber hidup dan kekuatan. Dalam Injil, Yesus…
Allah Hadir di Tengah Umat-Nya
“Allah tidak tinggal hanya di gedung-gedung suci. Ia mau tinggal dekat dengan umat-Nya; dapat dijumpai, disentuh, dan dialami oleh hati yang mau menyadari kehadiran-Nya.” Yesus tiba di Genesaret; tempat biasa, bukan kota besar. Tapi begitu Ia datang, suasana berubah. Orang-orang segera mengenali-Nya. Mereka berlari ke sana kemari. Mereka mengusung orang-orang sakit dan berkata dengan penuh…







