Berkerja Sendiri, Kelompok, atau Dengan Tim Untuk Meraih Sukses
RedJoss.com – Bekerja, berkarir, dan sukses untuk diri sendiri itu biasa. Luar biasa, jika kita mampu bekerja dengan tim untuk meraih sukses bersama. Bekerja dengan kelompok atau tim itu tidak semudah, jika kita bekerja sendiri. Ketika kita memutuskan untuk bekerja dengan kelompok atau tim berarti kita dituntut untuk berani...
Arahkan Pikiran, Bayangkan Dalam Doa, dan Wujudkan Dalam Realita
Semua orang pasti punya cita-cita, impian. Jika impian itu sekadar angan-angan berarti kita adalah pemimpi. Tukang khayal. Jika serius dengan impian itu, kita dituntut komitmen dan termotivasi untuk mewujudkannya. Apapun mimpi kita itu tak sulit direalisasikan, asal kita tahu jalannya … Umat manusia dikaruniai otak yang sama oleh Tuhan....
Menikmati Sakit, Mensyukuri Hidup
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin sakit. Bahkan, sekalipun sakit itu dibayari alias gratis. Semua orang ingin hidup sehat. Sakit itu tidak dapat ditolak. Bisa datang sewaktu-waktu. Siapapun bisa terserang sakit, apakah ia pejabat, rakyat biasa, atau olahragawan. Ketika sakit, kita baru menyadari, berapa mahalnya untuk sehat...
Menghitung Butir Nasi, Mensyukuri Rejeki
Setiap kali melihat makanan tersisa di piring, lalu dibuang ke tempat sampah, Nyong menjadi sedih. Nyong ingat nasehat orangtua dulu. Makanan itu menangis dan disia-siakan, karena tidak dihabiskan. Padahal makanan itu rejeki dari Allah. Sejak kecil orangtua mengajari kami, anak-anaknya agar tidak menyisakan makanan yang diambil dari meja makan....
Berdagang Itu Gampang, Untuk Sukses Jadilah Pedagang
Semua orang bisa berdagang, bahkan tak terkecuali anak-anak. Di sepanjang jalan pertokoan, komplek perumahan, hingga ke kampung dan pelosok desa dipenuhi pedagang. Orang berdagang itu ibarat jamur tumbuh di musim penghujan. Di mana-mana orang berdagang. Membuka toko, cafe, lapak, atau warung. Barang yang dijual bervariasi, dari makanan, kelontong, sembako,...
Lelah Karena Bekerja Itu Biasa, Bekerja Sambil Berkreasi Itu Hepi
Lelah bekerja, lalu ingin istirahat itu wajar. Tapi lelah karena mengeluh itu yang kudu disikapi dengan bijak. Bisa jadi, kita tidak tahan uji, malas, dan tidak mau bekerja keras. Ketika kita merasa cepat lelah dalam bekerja, berarti ada yang salah dengan cara kita bekerja. Coba tanya pada diri sendiri.Ketika...
Ketimbang Menghakimi Orang Lain, Lebih Bijak Mawas Diri
Orang bilang, menilai orang lain itu lebih mudah, ketimbang melihat balok di pelupuk mata sendiri. Kenyataannya, hal itu tidak berlaku pada orang yang rendah hati. Orang rendah hati itu selalu berpikir positif terhadap orang lain, seperti menilai diri sendiri. Ia sadar sesadarnya, dirinya banyak kekurangan dan kelemahan yang harus...
Nyalo itu Modalnya Kecil dan Resikonya Kecil, tapi Hasilnya Wow!
Ada anggapan, untuk wirausaha itu butuh modal besar. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena ada usaha yang tidak sepenuhnya membutuhkan biaya besar, yakni nyalo. Nyalo alias calo … Amit-amit, malu, gengsi, dan perasaan diremehkan lainnya berkecamuk di hati, seandainya kita menjalani pekerjaan itu. Tunggu dulu. Jangan minder, gengsi, atau...
Bangun Pagi itu Segarkan Jiwa
Bangun pagi itu saat yang paling asyik untuk berdoa dan bersyukur. Bercengkerama dan bermanja dengan Allah untuk menumbuhkan optimisme. Menyambut hari yang baru dengan semangat baru. Hidup kita adalah nafas doa dan nikmat dari Allah. Ibarat bunga yang bermekaran dan menebarkan kesegaran wangi alami. Sejuk, berseri, dan indah bersama...
Maaf, Ampunan, dan Kasih itu Sembuhkan Luka Jiwa
Memaafkan. Itu hal sepele. Terucap di mulut, lalu selesai. Semua seperti menjadi baik kembali. Kenyataannya tidak semudah dan sesederhana itu. Memaafkan itu butuh keberanian dan kebesaran hati. Banyak di antara kita yang berasa sulit, bahkan gagal untuk memaafkan orang lain. Kita memberi maaf, tapi sebatas di mulut, basa basi,...
Semangat Hidup itu Api Jiwa
Hidup itu menyala. Ibarat api semangat dan penerang jiwa yang membawa kita untuk kembali kepada Sang Pencipta. Sekalipun topan badai kehidupan datang menerjang, nyala api itu harus dijaga agar tidak padam. Begitu pula dengan hidup kita.Hidup yang berasal dari rasa memiliki, karena kita telah diberi dan dianugerahi Allah untuk...
Ketika Suntuk, Carilah Keheningan Agar Jiwa Ini Disegarkan
Gegara bekerja keras, kita mudah terserang suntuk. Pikiran ini serasa buntu, tubuh loyo, dan semangat hidup merosot. Ketika dihinggapi perasaan suntuk, kita sering menjadi salah tingkah, gelisah, dan tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa. Seakan semua berasa serba salah dan membosankan. Secara otomatis, produktivitas kerja kita juga menurun....
Memprovokasi Hati, Jika Gagal, Sebaiknya Hati Itu Dioperasi
Tiba-tiba Nyong ingin menjadi provokator. Gegaranya adalah Nyong gemes dengan diri sendiri. Hati Nyong teramat lemah, loyo, bahkan tidak mampu menolak dan berkata ‘tidak’ pada rayuan orang. Hati Nyong selalu menanggapi dan menjawab, “iya”, dan mengiyakan. Apa gegara hati ini tidak mau menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain? Kenyataan...
Ketika Semua Serba Salah, Kita Mencari yang Benar
Maju mundur salah, nyerong ke kiri-kanan salah, dan diam juga salah. Lalu, ke mana dan dengan cara apa kita mencari untuk menemukan yang benar? Pernah mendengar kisah Nasaruddin bersama anaknya dan seekor keledai? Keledai dinaiki berdua, dibilang keterlaluan. Dinaikin bapaknya atau oleh anaknya saja, dibilang bapak atau anak yang...
Jika Dunia Ini Panggung Sandiwara, Apa Peran Kita?
Dunia ini panggung sandiwara, dunia kita yang sesungguhnya. Apapun peran kita itu harus dijalani, disyukuri, dan nikmati sebagai anugerah Allah. Bergonta ganti peran, bersandiwara itu hal biasa. Apa jadinya, jika hidup ini sekadar untuk bersandiwara dan berpura-pura? Kura-kura dalam perahu, hati orang siapa tahu. Itulah yang tersembunyi di balik...