Mohonlah selalu kegembiraan dan hiduplah dengan sikap yang rendah hati. Dengan kegembiraan, kita membuat dunia di sekitar ini tersenyum. Dengan sikap yang rendah hati, orang di sekitar kita merasa nyaman. Cintailah semua dengan tulus dan terimalah semuanya tanpa dibeda-bedakan. Ketika kita bisa mencintai dengan tulus, maka cinta itu menyentuh hati. Kita menerima tanpa membeda-bedakan, maka…
Penulis: Admin
Jangan Pernah Meninggalkan Kapalmu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup ini ibarat sebuahbiduk tengahmengarungi samudra”(Idiomatik Kehidupan) Idiomatik Mondial Secara mondial, orang-orang memaknakan, bahwa laju kehidupan yang tengah kita perankan ini, dapat diibaratkan dengan sebuah biduk yang tengah mengarungi samudra. Sang biduk nan mungil yang tengah melenggok meliuk dipermainkan terpaan riak gelora gelombang samudra ini. Dalam kondisi yang terombang-ambingkan ini,…
Bapa Sedang Menantimu Dengan Mahkota Pengampunan
Luk 15: 1-3, 11-32“Pertobatan adalah jalan yang ditempuh oleh seseorang dengan pakaian berwarna-warni keberdosaan datang kepada Allah sebagai Bapa yang baik, yang akan menggantikan pakaian kotormu dengan pakaian anak raja, pakaian pengampunan yang kuning keemasan dengan mahkota kemuliaan.” Penantian Allah sebagai Bapa Yang Maha Pengampun itu terungkap dalam Injil hari ini: “Ketika ia masih jauh,…
Membangun Kebersamaan Keluarga
“Menikmati liburan itu tidak identik dengan bermalas-malasan atau bersantai-ria, tapi yang utama adalah membangun keakraban dalam keluarga.” -Mas Redjo Bagi saya pribadi, liburan itu adalah suatu kemewahan! Karena sejak menikah saya ini maniak kerja. Hidup untuk bekerja. Saya harus memenuhi kebutuhan keluarga! Prinsip hidup berumah tangga saya adalah kami ingin menikmati hidup yang bebas waktu…
Datanglah Apa Adanya!
“Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap Surga dan terhadap Bapa …” (Luk 15: 18). Kesengsaraan membuat si Bungsu dalam Injil memutuskan untuk pulang. Mungkin, ia tidak mencintai Bapanya. Saat hidup nyaman ia tidak ingat pada Bapanya. Saat sengsara pun, yang diingat hanyalah makanan di rumah Bapanya…
Srawung lan Tetulung
“Happiness can’t be far behind a grateful heart, and a peaceful mind” (Kebahagiaan tidak akan jauh dari hati yang bersyukur dan pikiran yang damai). Kuncinya: mau kel uar dari kepompong nyaman diri. Mereka yang disebut baik dan bahagia adalah seperti orang Samaria, ‘srawung lan tetulung’, membuka diri dengan sekitarnya dan mau mengulurkan tangan kepada siapa…
Secercah Sajak Semesta 14
Membangun Istana di Awan
Simply da Flores … 1.Ada pondok kardus berjejer di sepanjang area rel keretaPemiliknya bercanda ria dengan perjuangan merajut nafas menenun rindudengan usaha memintal desir darah menenun dambaBukan saja mendapat rezeki hari initetapi…nanti mempunyai pondok kecil dan sawah di kampungatau membeli rumah sederhana di pinggir kota dengan tempat usahaTidak harus rumah mewah dan gedung bertingkat 2.Bocah-bocah…







