“Lalu tergeraklah hati Raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya” (Mat 18: 27). Masa Prapaskah merupakan kesempatan bagi kita untuk membebaskan dan melepaskan diri dari hutang-hutang batin. Yang dimaksud dengan hutang-hutang batin adalah kepahitan, kebencian, serta berbagai luka yang kita pendam dan tekan dalam hati. Sebagaimana Raja dalam…
Penulis: Admin
Sejenak Diam
“Stop and go.” -Rio, Scj Hidup yang baik berawal dari hati dan pikiran yang baik. Hidup yang penuh berkat berawal dari pikiran yang penuh berkat. Kadang kita perlu berhenti sejenak dan mengingat kembali, betapa indah dan beruntungnya kita. Coba, tarik nafas yang dalam dan hembuskan perlahan. Begitu mudahnya kita menarik nafas itu. Ketika kita membuka…
Anda Pasti Mampu Mengampuni
Bila kita disakiti atau dilukai, maka hanya ada dua pilihan, yakni: mengampuni atau membalas dendam. Pilihan mengampuni akan membebaskan dan mendamaikan hati, sementara pilihan membalas dendam hanya mendatangkan kepuasan sesaat, namun membuat hidup ini tidak tenang sepanjang hayat. Walaupun pengampuni itu sulit untuk dilakukan, tapi Yesus tetap percaya, bahwa kita mampu dan rela mengampuni mereka…
Renungan Harian Katolik EMPAT ALASAN PENTINGNYA MENGAMPUNI
Selasa, 10 Maret 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mengampuni bukan perkara mudah. Sebab disakiti itu meninggalkan luka di hati. Tetapi bagaimanapun, sebagai orang kristiani, kita harus mengampuni sebab Yesus tegaskan bahwa mengampuni itu bukan hanya tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali alias mengampuni tanpa batas, tanpa hitung-hitungan. Dalam renungan harian katolik hari ini,…
Penyembuhan Kusta Raga dan Jiwa
Santo Efraim dari Siria yang hidup pada abad ke-4 Masehi, menulis tentang sembuhnya Naaman, tentara Siria, karena karunia Allah melalui nabi Elisa: “Naaman diutus ke Sungai Yordan dengan tujuan penyembuhannya, karena air itu dapat memulihkan manusia. Sesungguhnya, dosa merupakan kusta pada jiwa, yang tidak dapat diinderai, tapi inteligensi dapat membuktikannya. Kodrat manusia harus dibebaskan dari…
Haus akan Firman
“Mukjizat Allah sering dimulai dari hati yang rendah dan terbuka.” Kami datang kepada-Mu, ya, Allah dengan kerinduan yang dalam. Seperti Pemazmur berkata, jiwa kami haus akan Engkau, Allah yang hidup. Ada kekosongan dalam hati manusia dan hanya Engkau yang dapat memenuhinya. Dalam Injil, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya. Mereka mengenal Dia sejak kecil. Mereka pernah…
Dari Kenosis yang Riuh Gelar menuju Keheningan yang Mencerahkan
Dahulu, bejana hidup kita penuh sesak dengan peran dan pengakuan. Sebagai apa pun perannya, hari-hari kita riuh dengan kata-kata, jadwal, dan pandangan mata yang menatap penuh rindu. Ibarat bejana merasa ‘penuh’, karena kesibukan. Dengan menyusut, Tuhan seolah-olah mengetuk bejana itu dan meminta kita menumpahkan isinya. Kita harus mengosongkan diri dari identitas yang selama ini dibangun…







