Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Konkret, bahwa manusia hidup dan bergerak di atas relungan tempat dan dalam lingkaran waktu.”(Didaktika Hidup Sadar) Waktu adalah Guru Kehidupan “O tempora, O mores.” Duhai waktu, aduhai sang kehidupan,” demikian sebuah seruan (diktum) berbahasa Latin yang biasanya direnungkan di kala manusia mau merefleksikan tentang lingkaran waktu di dalam kehidupannya. Sang…
Penulis: Admin
Menghitung Bintang di Langit
“Mencari-cari kesalahan orang lain itu ibarat menghitung bintang di langit. Sedang mencari kebaikan sendiri itu ibarat kita menghitung ikan di aquarium.” -Mas Redjo … Tidak harus kaget. Lebih baik fakta itu diterima dan diakui dengan jujur. Kita berefleksi itu untuk berbenah dan memperbaiki diri agar kita rendah hati! Adalah fakta, melihat kesalahan orang lain itu…
Mintalah dengan Iman dan Nantikanlah dengan Harapan
Luk 11: 1-13“Tuhah tidak pernah mengecewakan kita yang memohon dan berharap kepada-Nya, karena pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya. Maka terus naikan setiap permohonan itu dengan penuh iman dan nantikan waktu pemenuhan dengan harapan yang berkobar. Percayalah, bahwa Tuhan tidak mengecewakanmu.” Firman Tuhan pagi ini menguatkan kita yang tidak jemu-jemunya memohon kepada-Nya: “Mintalah, maka akan diberikan…
Dialog Kasih
Allah selalu menunjukkan belas kasih-Nya kepada manusia. Karena la tidak pernah menghendaki kehancurannya. Hal ini tampak jelas, ketika Abraham berdialog dengan Allah. Sekaligus menunjukkan kedekatan Abraham dengan-Nya. Ketika Abraham berbicara dengan Tuhan, dia mencoba mengukur cinta dan belas kasih Tuhan kepada orang-orang di Sodom dan Gomora. Dia bertanya, apakah Tuhan akan menghancurkan Sodom dan Gomora,…
Paguyuban Iman
“Catatan kecil untuk yang muda di Hari Orangtua Sedunia.” Jika paguyuban iman diibaratkan sebuah pohon, maka orangtua yang sudah tiada itu bisa diibaratkan akarnya. Akar adalah bagian penting yang menopang pohon, memberikan nutrisi dan kestabilan. Begitu pula orangtua yang merupakan generasi awal dalam suatu paguyuban atau keluarga itu jadi fondasi nilai-nilai iman dan tradisi yang…
Mengasihi Sesama, karena Kita Saluran Kasih-Nya
“Doa itu bukan sekadar meminta, melainkan berani untuk mengasihi dan mempercayai seperti Yesus.” Kami datang kepada Bapa Surgawi itu bukan hanya untuk memohon, melainkan untuk menjalin relasi yang makin dalam dengan-Nya. Karena di dalam Yesus, kami bukan lagi orang asing, melainkan anak-anak terkasih yang boleh memanggil-Nya: Bapa. Abraham berdiri di hadapan-Nya dengan kerendahan hati, sebagai…
Allah adalah Bapa Kita
“Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Luk 11: 1). Permintaan murid Yesus tidak terlalu aneh, tapi yang tidak biasa itu adalah tanggapan Yesus. Ia mengajarkan para murid supaya memanggil Allah sebagai Bapa mereka, bukan sebagai Tuhan Allah atau Pencipta atau Yang Maha Kuasa. Tentu saja semua itu tidak salah. Allah orang Yahudi dipahami sebagai Bapa bagi umat-Nya…







