Di waktu teduh, saat berintimasi dengan Tuhan, aku mendapatkan pengingat ini: Waktu teduh adalah waktu bebas kita untuk memilih. Kita memilih untuk tidak meninggalkan Tuhan, tapi berintimasi dengan-Nya! Sekarang, bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah menemukanmu. Rm. Petrus Santoso SCJ
Penulis: Admin
Paku Kecil di Tapak Kaki
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Laksana duri dalam dagingatau api dalam sekam”(Peribahasa Bangsa Kita) Rasa Sakit yang dapat Menghalau Kenyamanan Pernahkah Anda mendengar sejumlah peribahasa bangsa kita, (1) “Laksana duri dalam daging dan juga (2) Ada kerikil dalam sepatu?” Kedua peribahasa itu mau mendeskripsikan, bahwa ada rasa tidak nyaman alias gangguan di dalam bagian tubuh…
Jangan Asal Ngomong
Banyak orang yang kehilangan arah sikap, dan terperangkap dengan hoaks yang mewarnai pola komunikasi harian. Walau nampak kuno, falsalah “ngomongo sing maton aja waton ngomong” ini tetap relevan untuk kita jalani, “sing maton aja waton.” ‘Ngomongo Sing Maton’: menekankan pentingnya berbicara dengan jelas, teratur, dan berdasarkan pada fakta atau alasan ysng kuat. ‘Maton’ bisa bermakna…
Lagi-lagi… Uang!
“Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Tapi dengan mengasihi kita menyembuhkan segala luka itu.” -Mas Redjo Gara-gara cinta uang, banyak orang khilaf, lupa diri, dan bahkan menjual nama baik, hingga kehormatan diri itu tiada berharga lagi! Untuk kesekian kali pengalaman pahit itu terjadi tanpa dikehendaki. Bisa jadi saya ini ceroboh, lengah, dan bodoh, sehingga sering…
Engkau pun Bisa Jadi Anak Kesayangan Allah
Luk 9: 28b-36Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Jika engkau hidup baik sesuai dengan firman Tuhan, maka engkau akan disebut anak kesayangan Allah Bapa di Surga” (ayat 35). Jika kita hidup di hadirat Tuhan, maka suara Bapa pun terdengar di hati dan telinga kita seperti suara Allah Bapa kepada Yesus dalam kisah Injil: Maka terdengarlah suara…
Merasakan Kehadiran Tuhan dengan Penuh Iman
Ketika Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di sebuah gunung, wajah-Nya berubah rupa dan jubah-Nya jadi putih berkilauan. Tradisi Kristiani menyebut peristiwa ini sebagai transfigurasi Yesus. Yesus mengalami seperti yang dialami oleh Musa, ketika berjumpa dengan Allah di Gunung Sinai, yaitu wajahnya bercahaya, karena ia telah berbicara dengan TUHAN (Kel. 34: 29). Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan bersama…
Pesta Suci Transfigurasi
Lalu terdengar suara dari dalam awan: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!” Pada “Pesta Suci Transfigurasi” ini,kami mengangkat hati kepada Tuhan, takjub oleh misteri Kristus yang menampakkan kemuliaan-Nya. Di hadapan mata manusia, Dia menyingkapkan cahaya Ilahi: wajah-Nya bercahaya laksana matahari, pakaian-Nya berkilau seperti cahaya. Sebuah kilasan kemuliaan abadi yang telah jadi milik-Nya sejak kekal. Seperti…







