“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5: 17). Yesus berkata, bahwa Dia datang bukan untuk menghapus atau menghilangkan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Artinya, Yesus tidak meniadakan perintah Allah, melainkan menunjukkan makna terdalamnya. Hukum Allah bukan hanya aturan,…
Penulis: Admin
Selalu ada Harapan
“Orang baik mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai harapan.” -Rio, Scj Tidak semua hari itu baik, tapi selalu ada hal baik setiap harinya. Pencapaian kita sekarang itu proses kita untuk jadi baik atau jadi buruk. Masa lalu kita itu bukti akuratnya. Orang baik mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai harapan, yang suam-suam kuku itu akan…
Firman-Mu adalah Pelita bagi Jalanku ke Surga-Mu
“Firman itu adalah Allah yang bukan hanya berbicara, melainkan Diri Allah sendiri. Karena itu sesaat, ketika Anda mendengarkan atau membaca firman-Nya, maka saat itulah Anda mendengarkan atau berhadapan dengan Allah sendiri.” Betapa pentingnya Taurat yang berisi firman Tuhan sampai Yesus menegaskan, bahwa Dia tidak datang untuk meniadakan Taurat, tapi menggenapinya. Jika dalam Perjanjian Lama Allah…
Renungan Harian Katolik
YESUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
Rabu, 11 Maret 2026 Oleh Romo Agus CSsR Yesus datang untuk menggenapi atau menyempunakan hukum taurat dengan kata-kata dan tindakanNya. Seperti kata pepatah, ” Action speak louder than word” atau “Tindakan bersura lebih keras daripada kata-kata. Atau, satu teladan lebih berharga daripada seribu tindakan. Apa yang Dia ajarkaan, Dia laksanakan sampai di ataskayu salib. Dia…
Syarat Pengampunan
Meskipun Tuhan Maha Pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma, tidak berarti, kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkan, untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakan Sakramen Tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa yang diakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yang disampaikan Bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang…
Mencari Air Sejati
Dalam ajaran Guru Sejati, hati ini adalah mata air. Jika sumbernya keruh atau bocor, karena luka, dendam, atau kepahitan yang belum selesai, maka perbuatan baik di luar (puasa dan derma) kehilangan kuasanya untuk memberi ketenangan sejati. Itu terjadi kebocoran spiritual dalam berpuasa: istilahnya merembes ke luar sangat terang untuk menggambarkan, bagaimana seseorang bisa sangat religius,…
Belajar Mengampuni
“Semakin kita menyadari betapa besar Allah telah mengampuni kita, semakin hati kita belajar mengampuni.” Allah yang Maharahim, Petrus pernah bertanya kepada Yesus Putera-Mu, “Sampai berapa kali ia harus mengampuni saudaranya yang bersalah?” Tujuh kali itu rasanya sudah sangat murah hati. Tapi Yesus menjawab, “Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Dengan itu Yesus…







