Simply da Flores 1.Duduk di tepi samudra kenyataanKubuka halaman gelombang suka dukakubaca debur ombak kisah ceritaKuambil sehelai percik pena angkasauntuk menulis ayat serpihan dambaAku mau jadi apa dan siapadalam derap nafas ziarah kelana 2.Derap catatan aneka memori berlariberpacu pada hamparan irama waktuWarna-warni suka duka silih bergantipijar kreasi zaman dan warisan tradisi berkilauMenguji pilihan keputusan diri…
Penulis: Admin
Secercah Sajak Semesta – 135
Tanda Salib
Duduklah dalam hening dan lihatlah tanda-tanda yang hendak Tuhan berikan kepada kita hari ini! Tanda salib itu adalah tanda utama yang kita butuhkan. Tanda pertama saat kita dibaptis. Lalu terus menerus yang menandai hidup doa kita. Setiap pribadi yang sudah mempunyai tanda ini, hendaknya bersembah-sujud syukur, karena ia telah menemukan “jalan keselamatan” itu. Ia tidak…
Laksana Garam
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hiduplah laksana garam yang serba secukupnya saja.”(Prinsip Budaya Bangsa) Garam, Kata paling Favorit “Garam,” tak pelak telah jadi sebuah kata emas di dalam budaya dan peradaban bangsa kita. Bahkan di dalam konteks keagamaan kata garam itu telah kian favorit. Berikut bukti tingginya penggunaan kata garam di dalam tuturan atau tata…
Jangan Lelah Untuk Mengasihi
“Jangan ajari anak-anak itu untuk membenci orang lain, tapi ajari untuk mengasihi, karena mereka adalah anak terang.” -Mas Redjo … Luka di hati itu makin menganga perih dan nyeri, ketika peristiwa intoleran itu kembali merebak dan negara seperti tidak hadir… “Adakah kebencian itu saya ajarkan juga pada anakku?” Saya menarik nafas panjang. Luka itu makin…
Teruslah Menabur Kebaikan
Mat 13: 31-35“Jangan pernah jemu dan bosan berbuat baik selama hidup terberi, karena setiap kebaikanmu tersusun jadi anak tanggamu menggapai Surga.” Kewajiban untuk melakukan kebaikan itu bagaikan si penabur dalam Injil hari ini: “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di…
Sampai Khamir Seluruhnya
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya” (Mat 13: 33). Mencampurkan sedikit ragi ke dalam tiga sukat tepung yang setara dengan sekitar 50 kilogram tepung, cukup untuk membuat roti bagi ratusan orang. Setelah tercampur rata, kita tidak dapat membedakan lagi antara…
Allah Setia dan Kasih-Nya Untuk Selama-lamanya
“Meski kita gagal, Allah tetap menabur harapan dalam hati kita.” Kerajaan Allah hadir seperti biji sesawi: kecil, senyap, seolah tidak berarti, tapi menyimpan kuasa untuk mengubah segalanya. Yesus menunjukkan, bahwa karya besar Allah sering berawal dari hal-hal tersembunyi, dari hati yang hening dan bersedia. Allah tidak pernah berhenti menabur dan tetap percaya, meski tanahnya keras…







