Rabu, 13 Agustus 2025 Oleh Romo Agus CSsR Menegur kesalahan atau menegur yang bersalah itu wajib. Yesus berkata bahwa tegurlah saudaramu yang bersalah di bawah empat mata. Itu berarti menegur dengan maksud tidak menghakimi tapi menghargai martabat pribadi. Karena itu sangat perlu memikirkan cara yang tepat dan bijaksana. Tegurlah tanpa menghakimi. Tegurlah karena peduli, tetapi…
Penulis: Admin
Renungan Harian Katolik
Menghidupi Doa agar Jadi Nyata
“Orang yang lari dari kenyataan pahit itu hidupnya tidak tentram. Tapi yang menyukuri ikhlas hati dilimpahi hikmat Tuhan.” -Mas Redjo YS menunduk lesu, hatinya serasa diaduk-aduk mendengar wejangan Guru Bijak. Semula tekadnya untuk menyepi itu agar hidupnya tenang dan ia mantap hati jadi pendoa bagi kebahagian keluarga. Apalagi, setelah istrinya yang tercinta sudah berpulang ke…
Tuhan Ingin Engkau Selamat
Mat 18: 1-5. 10. 12-14Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Inilah rahasia terdalam dari hati Allah Bapa di Surga, yakni agar engkau bahagia di dunia dan selamat di akhirat.” Kerinduan hati Allah untuk menyelamatkan engkau itu tertulis dalam kisah Injil: “Demikian juga Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (ayat…
Pinter Keblinger
Di era ‘post truth’, banyak orang pinter keblinger. ‘Post Truth’ adalah suatu era di mana kebohongan menyamar jadi kebenaran. Caranya dengan memainkan emosi dan perasaan orang lain. Indonesia sudah dan masih mengalaminya. Ciri ‘post truth’ itu tidak peduli pada kebenaran, yang penting ‘nulis-send’ atau ‘forward’. Pinter keblinger dalam Bahasa Jawa berarti pintar tapi tersesat atau…
Ambisi Kekuasaan
Kekuasaan itu selalu menarik dan menggoda. Dengan kekuasaan, seseorang bisa mengendalikan orang lain. Tidak mengherankan, jika banyak orang saling berebut kekuasaan dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Tidak mengherankan, jika para murid Yesus juga memiliki ambisi itu, ketika bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Jawaban Yesus cukup simbolis. la menempatkan seorang…
Engkau Berharga Bagi Allah
“Demikian juga Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (Mat 18: 14). Menarik, bahwa Yesus menggambarkan diri-Nya seperti seorang Gembala yang mau menyusahkan dirinya untuk mencari seekor domba yang tersesat dan meninggalkan yang 99 ekor lainnya. Hal ini mau menekankan betapa berharganya kita bagi Allah. Kita dikasihi Allah sedemikian…
Merendahkan Hati
“Kebesaran sejati di Kerajaan Allah bukan soal naik setinggi-tingginya… tapi merendah sedalam-dalamnya, masuk ke dalam pelukan Gembala yang tidak pernah meninggalkan kita.” Sabda Tuhan mengingatkan kami, bahwa Dia adalah “Gunung Batu kami, karya-Nya sempurna, dan segala jalan-Nya adil.” Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang dipilih-Nya; Dia berjalan di depan kami, menyertai di sisi, dan menggendong…







