Secercah Cahaya Semesta -51
Bocah Angin-545
Wajah Ijazah dan Gelar Sekolah
1.Mulut membunyikan kata-kataagar maksud tersampaikan kepada pendengarBibir bicara mengucapkan ragam kalimatagar makna meraih telinga sesamaBahasa lahir sebagai bagian peradaban manusiaagar komunikasi terjalin dalam relasiAngin terus berhembus bagi lapar dahaga nafastanpa kata manis dan kalimat berbunga-bungaYang penting siang malam bersemibagi matahari dan bulan bintangMembiaskan sinar di tengah alam iniTanpa kreasi...
Menanamkan Kepedulian
“Budaya ‘sapa aruh’ itu makin bermakna, ketika kita berbagi pada sesama untuk menemukan Allah yang bertakhta di hati.” –Mas Redjo Sekadar ‘sapa aruh’ itu tidak cukup, tapi makin bermakna, ketika kita kian peduli untuk memanusiawikan sesama. Semangat untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri itu harus dihidupi. Kita tidak...
Refleksi Hari Guru:
Guruku Matahariku
Fr. M. Christoforus, BHK “Guru adalah matahari dalam hidup manusia.”(Idealisme Bangsa) Ucapan Penghormatan Bermakna “Selamat Hari Guru,” adalah sebuah ucapan rutin tahunan, tatkala Hari Guru tiba di setiap tanggal 25 November dalam setiap tahun di negeri kita. Ucapan bermakna itu menandakan, bahwa ada “rasa hormat dan apresiasi dari warga...
Hidup Bersaudara dalam Keluarga Yesus
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menjumpai seseorang menganggap orang lain sebagai saudaranya. Padahal mereka tidak mempunyai hubungan darah, tapi mereka dapat hidup berdampingan sebagai saudara: saling mendukung, menghargai, dan mengasihi dengan tulus, bahkan terkadang melebihi keharmonisan dalam keluarga inti mereka. Dalam Injil, Yesus menganggap kita sebagai saudara dan...
Rumah Doa yang Sejati
Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19: 46). Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah yang suci, karena tidak lagi jadi tempat doa dan ibadah orang Israel kepada Allah, tapi sudah jadi tempat berdagang, yang utama hanya soal untung dan...
Kobarkan Hati Kami bagi Hadirat-Mu, Tuhan
“Ketika Tuhan datang mendekat, Ia memulihkan yang kudus dan membangkitkan kembali kerinduan akan hadirat-Nya.” Injil memperlihatkan Yesus memasuki Bait Allah, bukan sebagai pengunjung biasa, melainkan sebagai Tuhan atas tempat suci itu. Ia membersihkan Bait Allah, mengusir yang tidak pantas, dan mengingatkan umat, bahwa rumah Allah adalah rumah doa. Dalam...
Secercah Cahaya Semesta -50
Bocah Angin-545
Dinamika Senandung Harnoni
1.Kawanan pipit merenda helai cahaya pagiButir embun dan hujan semalam masih manja memeluk hijau rerumputan dan daun pohonPara petani kampung mengayun semangat membawa mimpiSawah ladang hendak ditanami rindu dambakarena musim hujan sudah tibaKehidupan mengikuti irama musik alam semestaBukan berdasarkan teori dan debat kusir di sosmedApalagi dengan pertandingan saling mengalahkan...
Menghidupi Budaya ‘Sapa Aruh’
“Dimulai dari keluarga. Dengan menghidupi budaya ‘sapa aruh’ agar kita tidak asing di rumah sendiri.” -Mas Redjo Sederhana, jika diterapkan dengan hati dan konsisten, dijamin hasilnya luar biasa. Faktanya, tidak sedikit, bahkan masyarakat kita sudah kehilangan budaya ‘sapa aruh’ itu di dalam keluarganya. Tidak harus malu untuk mengakui. Adalah...
Refleksi tentang Kematian:
Garis di Kaki Langit
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Namaku terukir indah di atas telapak tangan-Mu.”(Sabda Sang Hidup) Kita ini Milik Tuhan “Baik hidup, maupun mati, kita ini tetap milik Tuhan,” sabda sang Kehidupan. Ya, demikianlah kesaksian iman kita. Ujung Jemari di Kaki Langit Tatkala senja nan sendu tiba, tampak terulur setangkai tangan...
Renungan Harian Katolik
JAGA BAIT ALLAHMU
Jumat, 21 November 2025 Oleh Romo Agus CSsR Yesus membersihkan Bait Allah dengan mengusir semua pedagang di situ karena Bait Allah dipakai untuk berjualan. Yesus menegaskan bahwa “RumahKu adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun”. Apa maknanya bagi kita? Sadarkah bahwa tubuh kita adalah bait Allah, tempat Allah...
Bangkit Kembali
Sesuatu yang hilang itu memang harus bisa ditemukan kembali. Tapi ada juga pengalaman kehilangan yang harus dilupakan. Misalnya, pengalaman kecewa, yang tidak perlu terus-menerus diingat, karena harus dilupakan. “Sekarang, apa saja yang hilang dan harus ditemukan kembali?” Ketika kita kehilangan semangat, harapan, dan sukacita. Semua ini harus ditemukan kembali,...
Jangan Mencari Damai, tapi Ciptakanlah Damai itu
Luk 19: 41-44Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Setiap dari kita diciptakan untuk jadi pembawa damai. Maka janganlah mencari damai di luar dirimu dari orang lain atau dari tempat lain, melainkan ciptakan dan jadilah pembawa damai di mana pun berada dan ke mana pun engkau pergi, sehingga semua orang bisa...
Mengenal Waktu Tuhan
“Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya” (Luk 19: 41). Yesus menangis melihat Yerusalem, karena mereka tidak mengenal waktu kedatangan Tuhan. Hati-Nya sangat sedih melihat orang-orang yang mengabaikan kasih dan ajaran-Nya. Yerusalem terlalu sibuk dengan urusan duniawi, sehingga lupa menyambut Sang Penyelamat. Kita pun sering seperti...
Buka Mata Hati untuk Mengenali Kunjungan Tuhan
“Saat Allah mendekat, rahmat-Nya selalu mengetuk hati, tapi hanya pribadi yang rendah hati yang mengenali-Nya.” Sabda Allah menyingkapkan kesedihan terdalam dari hati Yesus. Ketika Ia mendekati Yerusalem, kota suci yang selama berabad-abad merindukan Mesias. Ia tidak larut dalam sorak-sorai orang banyak. Sebaliknya, Ia menangis. Karena umat-Nya “tidak mengenal saat...
Secercah Cahaya Semesta -49
Bocah Angin-545
Parade Musim Hujan
1.Padang savana kering gersangperlahan tersenyum didandani musimHujan datang basahi akar dan sirami pepohonanHutan rimba kembali hijau segarBurung dan margasatwa beraksi sesuaikan kehidupanManusia di dusun kampung mengatur irama langkahOrang kota pun beradaptasi menggubah syair kelanaAlam semesta mempunyai hukum dan sistemnyasemua makhluk ciptaan belajar mengelola kehidupan 2.Zaman berganti dan wajah alam...