Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu Malaikat itu meninggalkan dia (Luk 1: 38). Kita merayakan Hari Raya Kabar Sukacita, saat Malaikat Tuhan datang kepada Maria untuk menyampaikan warta kelahiran Yesus, Putra Allah. Maria tidak sepenuhnya memahami rencana Allah. Ia bisa saja menolak, karena banyak alasan, tapi ia…
Penulis: Admin
Jadilah Kabar Sukacita
“Kabar atau cerita yang Anda kisahkan hanya bisa jadi kabar sukacita, bila Anda sendiri mengalami sukacita dan mampu menjadikan dirimu sumber sukacita.” Pada Hari Raya Kabar Sukacita ini pandangan dan seluruh pikiran serta rasa, kita arahkan kepada perempuan yang membawa Sumber Sukacita kepada kita umat manusia, walaupun ia sendiri harus menanggung beban penderitaan sebagai risiko…
Pada Sekeping Wajah Duka
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Ecce Homo”“Lihatlah, hai Manusia”(Ponsius Pilatus)Yohanes 19: 5 “Ingat, justru di kala Anda jadi mayat, Anda baru benar-benar memiliki seraut wajah asli otentik, tanpa kamuflase.” “Maka, belajarlah dari sekeping wajah mayat, jika Anda ingin memiliki sekeping wajah yang sungguh wajah”(Aku yang Terjaga) Tulisan refleksi ini, saya persembahkan kepada siapa saja yang…
Renungan Harian Katolik
KABAR SUKACITA YANG PENUH DUKACITA
Rabu, 25 Maret 2026 Oleh Romo Agus CSsR Setiap tanggal 25 Maret, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kabar Sukacita dimana Malaikat Gabriel menyampaikan kabar sukacita bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan Sang Juruselamat. Tapi benarkah itu kabar sukacita? Ya benar, itu kabar sukacita bagi dunia yang merindukan Sang Juruselamat. Tapi bukan bagi Maria. Sebab bagi…
Tiang Kemuliaan
Tiang kayu palang atau lazimnya disebut salib, sebelum jadi salib Yesus adalah sebuah tanda kehinaan luar biasa. Pribadi manusia yang dihukum di salib ialah seorang penjahat yang paling rendah martabatnya. Tapi ketika mulai dengan Yesus Kristus yang dihukum berat dengan targetnya ialah kematian-Nya di salib, makna salib itu berubah. Bagi para pengikut Kristus, salib adalah…
Pejah Gesang Ndhèrèk Gusti Yesus
“Kita mau jadi seperti apa memandang ke masa depan. Kita memilih memandang Yesus.” Allah yang Maharahim, kami datang dengan hati yang jujur. Kami tahu betapa mudahnya mengeluh, merasa lelah, dan jatuh dalam dosa, seperti umat-Mu di padang gurun. Sering kali kami membawa luka dan beban yang kami sembunyikan. Engkau tidak meninggalkan kami sendirian. Tapi senantiasa…
Keilahian Yesus
Yesus berbicara secara terbuka kepada orang banyak tentang asal-usul dan tujuan-Nya yang Ilahi. Tapi banyak orang yang tidak mengerti, atau bahkan menolak Dia. Yesus menegaskan, bahwa Ia bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari atas, dari Bapa di Surga. Ia berkata, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari…







