“Dibui pandemi,” itu istilah HT yang menyikapi, bahwa pandemi Korona yang lebih dari setahun itu telah membatasi, memasung, bahkan membui aktivitas kita. Kenyataan itu tidak seluruhnya benar, tergantung yang menyikapi. Korona berdampak luar biasa itu benar, merontokkan ekonomi dunia, menebar kengerian, bahkan menelan jutaan korban meninggal sia-sia. Korona adalah gaya hidup baru yang kudu diterima…
Penulis: Admin
Turun Level …? Gengsi Dong!
Kata orang, hidup adalah kesempatan. Disadari atau tidak, ternyata, banyak orang sering kali membuang kesempatan itu sendiri. Yang benar? Kapan? Coba lihat di sekitaran kita. Banyak di antara kita butuh pekerjaan, nyatanya pekerjaan itu dibiarkan lalu lalang, bahkan ditoleh pun tidak. Faktor utamanya, kita kurang jeli, abai, atau bahkan gengsi untuk melakukannya. Pekerjaan itu tidak…
Ibu Sebagai Sumber Kehidupan
Setiap kali teringat Ibu, aliran semangat mengisi lorong jiwa ini. Bagaimana tidak?! Bagi Nyong, Ibu adalah pahlawan keluarga, sosok wanita hebat, sekaligus sumber inspirasi. Bercerita tentang Ibu itu tak ada habisnya. Kisahnya senantiasa menarik, aktual, & sepanjang masa. Sosok Ibu terpatri dalam jiwa.Sejak bangun pagi hingga malam, pekerjaan Ibu seakan tak ada habisnya. Siapa berani maido pekerjaan…
Krisis Pikiran …? Itu Kekanakan!
Setiap orang tentu pernah mengalami krisis pikiran, baik berskala kecil atau besar, di kantor, pergaulan, bahkan dalam keluarga. Krisis pikiran itu datang, ketika kita tak sependapat, sepemikiran, atau timbul dari kesalahan yang kita buat sendiri. Jangan biasakan untuk mencari kesalahan orang lain, karena kita juga tidak mau disalahkan, atau dikambing-hitamkan. Ketika kita saling menyalahkan berarti…
Apa Yang Kau Cari, Hai, Jiwa?
Pernah terlintas di hati, “Sejatinya, apa yang kita cari di dunia ini?” Jika belum, coba direnungkan. Jangan tunda. Kematian datang tak diundang. Sewaktu-waktu. Tak kenal usia & tempat. Nyesal juga tak ada guna. Tak perlu takut.Bukankah kita berjiwa pemberani? Menindas yang lemah, tak berdaya, bahkan berani memutarbalikkan fakta & melawan nurani demi muasin keinginan sendiri….
Hidup Itu Keberuntungan!
Jangan berkata tidak. Apalagi untuk diingkari. Hidup itu sendiri lingkaran keberuntungan. Ketika jatuh, kita bilang beruntung, karena hanya lecet. Saat kecelakaan motor, kita tak terluka, hanya motor sedikit bonyok. Di-phk gegara pandemi korona, kita juga beruntung karena kehidupan kita lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Bahkan saat kita jatuh & tertimpa tangga pula, kita tetap…
Ngelunjak Lo!
Jangan begitu. Kebaikan orang kok dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri. Ngelunjak. Diberi hati minta jantung.Maunya apa sih? Diberi kesempatan itu seharusnya disyukuri. Bukannya air susu dibalas air tuba. Hubungan baik tercemar karena keambisiusan. Nafsu untuk menguasai. Tak punya malu kok dijadikan gaya hidup. Dibiarkan mendarah daging. Dan menjadi karakter. Orang yang ambisius & tak tahu diri…





