| Red-Joss.com | Malam ini begitu sepi. Sepi Nyenyet. Di malam sesunyi ini, saya rangkai kata-kata pilihan, untuk memotret rasa hati para murid Yesus yang sedang bergumul sangat parah antara sedih, takut, cemas, gamang, dan hilang harapan. “Mengapa Guruku mati?” Bagaikan pelita, hati para murid kini seperti habis minyak. Badai batin yang menerjang hati mereka…
Penulis: Admin
Serpihan Puing Kampung – 93
Membangkitkan Solidaritas dan Toleransi
Oleh Simply da Flores | Red-Joss.com | Kemajuan zaman dengan aneka teknologi, membuat kehidupan terus berubah. Beberapa sarana modern seperti transportasi dan komunikasi telah membuka ruang komunitas yang tertutup dan sejenis. Ada pembauran adat budaya, agama, relasi kepentingan sosial ekonomi serta politik. Maka, setiap pribadi dan komunitas menjadi pluralis. Karena kondisi demikian, semua orang dipaksa…
Meski Ditolak, Aku tidak Berontak
| Red-Joss.com | Sejak semula Kau telah mengingatkan aku, ketika aku hendak memutuskan mengikuti-Mu. Bahwa aku akan dipersulit, ditolak, bahkan diusir agar aku tidak beribadah, lalu meninggalkan-Mu. Terima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati-Mu, karena Kau tidak ingin melihatku menderita. Tapi izinkan aku untuk memilih dan memutuskan dengan pikiran jernih dan hati yang bening. Sesungguhnya,…
Ayat-ayat Musyafir – 53
Merayakan Misteri Darah Penebusan
Oleh Simply da Flores | Red-Joss.com | Fakta adanya aneka kekerasan dan permusuhan, sehingga mengorbankan darah dan nyawa sesama, masih terjadi hingga kini. Banyak alasan dari masing-masing kasus. Lalu, kebutuhan kodrati manusia tergugat dan resah. Manusia mencintai hidupnya, butuhkan perhatian dan kasih sayang. Maka, setiap orang diandalkan bisa saling menghormati, menghargai, mengasihi dan mencintai. Seperti…
Jumat Agung nan Hening
| Red-Joss.com | Yesaya menggambarkan Hamba Tuhan yang begitu tampak ‘buruk rupaNya’, bukan seperti manusia pada umumnya (Yes 52,14). Mengapa Hamba Tuhan itu memiliki wajah yang buruk? Lalu, mengapa orang justru merasa tertegun pada keburukan wajah hamba Tuhan itu? Chairal Anwar, dari sudut pandangnya sebagai penyair melukiskan sosok Yesus dalam “ISA” (1943), yang berlumur darah,…
Aku ingin Berjaga Bersama-Mu
| Red-Joss.com | Aku ingin berjaga bersama-Mu sepanjang malam. Aku mau mengambil hati-Mu yang risau untuk kupintal agar aku tak terlelap dicumbu sesali oleh nafsu. Aku ingin berjaga bersama-Mu untuk menghitung senyum getir-Mu sebagai anugerah. Karena Kau izinkan aku maknai semangat berkorban-Mu nan tulus. Aku selalu ingatkan diri untuk berjaga bersama-Mu, karena Kau sertai, jagai,…
Stabat Mater Dolorosa
(Bunda yang Berduka sedang Berdiri)
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK | Red-Joss.com | Inilah sebuah ‘refleksi sunyi’ umat manusia pada peristiwa duka, Jumat Agung, kisah kesengsaraan Yesus Kristus. Lewat tragedi penyaliban Yesus, umat manusia diajak untuk turut merenungkan misteri “kekokohan, kesetiaan, serta ketabahan” Ibu Maria, yang digelari “Mater Dolorosa.” Bunda Maria adalah Ibu keagungan serta saksi hidup dari seluruh lembaran…







