“Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yoh 4: 10). Sering kali kita berpikir, “Kalau aku hidup baik, rajin berdoa, dan sering ke Gereja, maka Tuhan akan menyayangiku.” Namun, kasih Allah tidak bekerja seperti kasih manusia. Kasih-Nya tidak bersyarat,…
Penulis: Admin
Antara Kulit Luar dan Isi
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Non multa, sed multum”(Plinius Muda) Ungkapan “Non multa, sed multum,” “Bukan jumlah, tapi mutunya” itu dicetuskan oleh Plinius Muda (Gaius Plinius Caesilius Secundus, 61-113 M). Selengkapnya, ia berkata, “Multum legendum esse non multa.” Orang harus membedakan hal yang bermutu, dan bukan soal, jumlahnya. Dia, adalah seorang penulis, pengacara, dan pejabat…
Eulogi Romo YAM Fridho Mulyo SCJ
Berita dukacita yang mengejutkanku saat Romo YAM. Fridho Mulya SCJ dipanggil Tuhan tepat pukul 02:15. Ini pesan Pater Propinsial yang mengejutkanku: “Para konfrater,Sekitar pukul 2.15 tadi (6-1-2026), Romo Sukadi menginformasikan berita duka yang amat mengejutkan, Romo YAM Fridho Mulya menghadap Bapa di Surga di Rumah Sakit Charitas Tegalrejo.Kita bawa dalam doa. Informasi lebih lanjut menyusul….
Renungan Harian Katolik
TERLIBAT & JADI BERKAT
Selasa, 06 Januari 2026 Oleh Romo Agus CSsR Kisah tentang penggandaan 5 roti dan 2 ikan oleh Yesus adalah kisah populer dalam kitab suci. Mujizat 5 roti dan 2 ikan memang terjadi karena kuasa Allah dalam diri Yesus, namun juga melibatkan manusia dengan apa yang ada pada mereka. Kata Yesus, ” Kamu harus memberi mereka…
Jadilah Pemenang, bukan Pecundang!
“Pecundang mencari kesalahan, pemenang mencari kesempatan dan peluang.” -Rio, Scj Ikan menyukai air, namun air merebus ikan. Daun mencintai angin, tapi angin menggugurkannya. Manusia menyukai tanah, namun tanah menguburnya. Kita sayang dan mencintai seseorang, tapi dia malah menyakiti. Apa yang salah dari semuanya ini? Nggak perlu mencari siapa dan apa yang salah. Mari sejenak melatih…
Mengikuti Cahaya Bintang
Peristiwa penampakan Tuhan yang ditandai dengan kunjungan tiga orang Majus dari Timur yang memberikan persembahan kepada bayi Yesus, masih kuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lain setelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangat bermakna dalam sebuah perjalanan iman. Pilihan jalan lain itu bermakna perubahan, setelah orang berjumpa…
Epifani Tulus Hati
Halaman 5: Epifani hanya ilusi tanpa Empati. Dalam konteks spiritual dan kemanusiaan di awal 2026 ini, Epifani (penemuan diri) memang tidak boleh berhenti pada kepuasan pribadi. Tanpa empati, Epifani hanya seperti “gong yang nyaring bunyinya.” Indah didengar, tapi tidak mempunyai jiwa dan akan cepat berlalu. Empati memberi ‘bobot’, sehingga bisa menyentuh dan mengubah orang lain….







