“Banyak orang rela meninggalkan kebenaran dan keaslian iman hanya karena tergoda rayuan dan janji palsu untuk mendapatkan uang, harta, materi, kedudukan, dan bahkan karena makanan serta minuman.” Dalam kisah Injil: Banyak orang mencari Yesus bukan karena keyakinan dan kepercayaan bahwa Yesus adalah Putra Allah, melainkan karena mukjizat perbanyakan roti yang mereka makan sampai kenyang, bahkan…
Penulis: Admin
Mari Belajar Menghargai Sebuah Proses
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Neraka itu tidak penuh oleh orang bodoh. Tapi penuh orang pintar yang tidak sabar. Surga tidak penuh orang jenius. Tapi penuh orang setia yang tahan bosan demi sebuah kebenaran.”(Santo Chrisostomus) Belajar pada Ahli Permata Ada seorang anak muda yang mau belajar pada seorang Ahli permata. Mulanya ia ditolak, karena diduga,…
Seindah Pengharapan, Seterang Api Jiwa
“Hormat dan bakti pada orangtua itu membuka pintu rezeki. Percaya dan mengimani Tuhan, anugerah-Nya luar biasa!” -Mas Redjo … Tidak cukup sekadar percaya, tapi saya ainul yaqin, orangtua itu selalu ingin memberi yang baik dan tidak ingin anaknya menderita. Apalagi Tuhan yang Mahabaik, Pengasih, dan Penyayang. Saya sungguh yakin-seyakinnya, bahwa tidak ada orangtua yang ingin…
Jalan Iman yang Tidak Mulus
Seorang gadis remaja mengalami patah hati dan mengunci dirinya di kamar. Tidak seorang pun dalam keluarganya itu dapat mendekat dan memberikan nasihat atau penghiburan. Sedang pacarnya yang memutuskan hubungan itu tidak bisa dikontak. Seorang Pastor di paroki dihubungi untuk berbicara dengan gadis itu. Melalui telepon Pastor itu pertama-tama memberi dia pengertian, lalu membuka kesempatan dirinya…
Kunang-kunang di Jalan Emaus
Kiasan “Kunang-kunang di Waktu Malam” mengingatkan kita, bahwa meski cahaya iman kita terlihat kecil, ia memiliki keindahan luar biasa, justru karena menyala di tengah kegelapan. Sahabat…, kisah murid-murid menuju Emaus adalah kisah tentang kita yang sedang lelah, sakit, atau kehilangan arah di hari yang mulai senja. Saat itu, hati mereka gelap oleh duka, persis seperti…
Tinggallah Bersama Kami, ya, Tuhan!
“Ketika harapan itu memudar, Yesus mendekat. Hati mendingin, Sabda-Nya menyalakan kembali. Dalam kebimbangan, Ia menyatakan diri-Nya dengan pemecahan Roti.” Allah yang Maharahim, kami berjalan di jalan menuju Emaus: jalan kekecewaan, kebingungan, dan harapan yang pudar. Seperti kedua murid itu, kami pernah percaya, berharap, dan mengikuti Engkau dengan penuh semangat. Ketika kenyataan itu tidak sesuai harapan,…
Kasih yang Memberi Diri
Suatu ketika, seorang Romo menjelaskan, bahwa lawan kata dari cinta bukanlah benci, melainkan ‘menggunakan’. Orang yang mencintai dengan sungguh-sungguh akan memberikan dirinya, sementara orang yang tidak mencintai akan menggunakan orang lain untuk kesenangan dirinya sendiri. Cerita ini menegaskan cinta Yesus kepada kita. Yesus adalah Gembala Yang Baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa untuk…







