Red-Joss.com – Tidak harus melakukan hal yang hebat, spektakuler, atau bahkan yang viral, kita jadi luar biasa. Tapi, apapun yang dikerjakan atas dasar cinta, hidup kita bahagia.
Kita juga tidak harus menunggu, dan menunggu memperoleh ide-ide besar untuk diwujudkan. Karena, menunggu itu pekerjaan orang malas. Yang menggunakan berjuta alasan untuk pembenaran diri agar orang lain mau mengerti, maklum, dan memahami.
Sekiranya kita tidak atau belum mempunyai ide, ya, kita gunakan tubuh yang dipunyai ini.
Dengan tenaga, kita selalu siap meringankan beban orang lain.
Dengan mulut, mata, dan anggota tubuh yang lain, kita memberi penghiburan, meneguhkan jiwa, dan menumbuhkan harapan. Sehingga orang lain jadi semangat dan tetap optimistis untuk menatap masa depannya.
Satu hal yang harus dipahami bersama, bahwa pemenang itu selalu melihat peluang di setiap tantangan, tapi pecundang selalu melihat kesulitan.
Jadi, ketika kita melihat peluang di setiap tantangan atau masalah, itu berarti anugerah Allah agar hidup kita berhikmah. Kita diajak berpikir positif dan mengantisipasinya.
Kita tidak fokus pada masalah yang bakal menjerat kita ke dalam hal yang makin rumit dan sulit. Sebaliknya, dengan berpikir positif kita mencari solusi. Mengantisipasi masalah itu jadi peluang usaha.
Coba untuk direnungkan bersama. Menurut kita, hidup di zaman now, ekonomi dunia makin sulit atau mudah?
Sekiranya kita menjawab makin sulit berarti kita tidak berani melihat kenyataan itu, dan mengikuti perubahan zaman yang teramat dahsyat ini. Dan… maaf! Barangkali kita terperangkap ke dalam kenyamanan yang membuat kita terlena dan jadi malas. Akibatnya, kita sendiri yang gagap, termehek-mehek, dan hidup makin berat dan sulit.
Berbeda, jika kita berani menjawab, hidup di zaman now ini segalanya jadi lebih mudah. Artinya, karena kita berani mengantisipasi dan mengikuti perubahan zaman. Kita mau berubah diri untuk jadi lebih baik.
Begitu pula, bagi kita yang ingin melakukan hal spektakuler dan hebat itu. Apa maksud dan orientasi kita? Jika kita sekadar ben diarani, hebat, wow, dan untuk menyombongkan diri, kita bakal kecewa dan sakit hati. Lebih parah lagi, karena keambisiusan itu kita berani melakukan perbuatan tercela dan melukai hati nurani…
Lain hasilnya, jika, apapun yang kita lakukan itu didasari cinta. Kita tidak berorientasi untuk menonjolkan diri, tapi memberikan hidup ini untuk melayani sesama. Dan sebagai ungkapan cinta kita kepada Allah.
Sesungguhnya, yang kita cari di dunia itu bukan untuk memiliki dunia ini, melainkan jiwa yang mengasihi sesama agar kita bahagia.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

